RADAR GRESIK-Berhasilnya Indonesia masuk kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi angin segar dalam dunia sepak bola.
Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Pusat mulai mempersiapkan pemain sepak bola di masa yang akan datang. Salah satunya dengan turun ke Gresik menggelar turnamen.
PSSI Pusat optimistis mampu mencari bibit pemain tim nasional (timnas) di Gresik. Hal itu karena sudah banyak timnas beradal dari Gresik, seperti Dimas Drajat dan lain sebagainya.
Wakil Ketua Umum PSSI Pusat Ratu Tisha Destria menyatakan dengan adanya gelaran ‘Freeport Grassroots Tournament Gresik 2024’ merupakan komitmen dari PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk memajukan sepak bola dari akar rumput.
"Kita juga harus ingat dari manakah tim nasional berasal, ujung-ujungnya awalnya adalah selalu pembinaan usia muda. Jadi ini adalah satu pesan bahwa dari Freeport Indonesia bersama PSSI juga tidak melupakan pembinaan usia muda di akar rumput," ujar Tisha di Lapangan Sepak Bola, Banjarsari, Cerme Gresik, Jumat (28/6).
Tisha menyadari, turnamen-turnamen grassroot harus selalu dilakukan dan digeliatkan dengan menggaet Asosiasi Provinsi (Asprov) maupun Asosiasi Kota (Askot) di masing-masing daerah. "Oleh karena itu, kegiatan seperti ini tidak mungkin bisa berhenti hanya di sini saja," katanya.
Sehingga, pihaknya akan yerus mengawasi dan memantau setiap turnamen atau Sekolah Sepak Bola (SSB) yang telah terafiliasi dengan PSSI.
"PSSI bersama dengan Asprov pastinya akan memantau dan mendorong untuk terus timbul beberapa kelanjutan dari kompetisi tersebut," ucapnya.
Ratu Tisha mengatakan, PSSI memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan itu, bersama dengan Asprov, Askot maupun Askab. “Nantinya dari kegiatan ini kami bisa memonitor beberapa anak-anak berpotensi yang mungkin harus terus dipantau lebih dalam lagi dari pada yang lainnya," ujar Tisha.
Sementara itu, Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, mengatakan dengan adanya pembinaan usia dini maka Freeport turut mendukung cita-cita anak-anak Indonesia yang bermimpi bisa memperkuat tim nasional (timnas).
"Ini dukungan kami untuk mengembangkan sepak bola Indonesia khususnya untuk anak-anak yang berada di wilayah operasi kami seperti di Gresik dan Papua," katanya.
Ke depan, kata Katri, akan terus berkordinasi dengan PSSI terkait lokasi mana saja yang dapat diproyeksikan untuk kegiatan pembinaan usia dini.
"Kami selalu berkomitmen untuk terus bisa memajukan sepak bola Indonesia melalui kerja sama dengan PSSI," tutup Katri.
Mantan pemain sepak bola sekaligus pelatih Widodo Cahyono Putro melihat ada beberapa pemain anak-anak yang potensial. "Ada yang terlihat bagus, kalau dibina bisa seperti Dimas Drajat dan pemain timnas lainnya," kata Widodo. (rir/han)
Editor : Hany Akasah