Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gelar Baznas Award 2025 dan Rapat Koordinasi, Baznas Gresik Kejar Target ZIS Rp 35 Miliar

Fajar Yuliyanto • Minggu, 30 November 2025 | 14:48 WIB
RAPAT : Baznas Gresik dan rapat koordinasi OPZ.
RAPAT : Baznas Gresik dan rapat koordinasi OPZ.

RADAR GRESIK – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik menggelar acara Baznas Award 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Penghargaan ini diberikan kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perusahaan, dan perorangan yang dinilai aktif dalam pengelolaan dan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Ketua Baznas Gresik, Muhamad Mujib, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi sekaligus motivasi.

"Pemberian penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dari kami kepada para UPZ yang berkontribusi besar dalam pengumpulan ZIS. Semoga ini meningkatkan semangat UPZ lain untuk terus memperluas jangkauan dan meningkatkan pelayanan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Baznas Gresik juga melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama UPZ untuk mengevaluasi capaian program selama tahun 2025 dan merancang strategi kegiatan 2026.

Pimpinan Sidang Rakor, H. Mustoha, mengumumkan komitmen bersama yang dihasilkan, di mana seluruh UPZ Baznas Gresik menyatakan kesiapan untuk mensukseskan target pengumpulan Baznas Kabupaten Gresik tahun 2026, sesuai dengan target dari Baznas Pusat sebesar Rp 35.272.000.000,-.

Komitmen tersebut meliputi melaksanakan tugas sebagai pengurus UPZ dengan penuh amanah, membantu optimalisasi pengumpulan ZIS dan Dana Sosial Keagamaan Lain (DSKL) di lingkungan masing-masing UPZ, membantu sosialisasi ZIS kepada anggota, dan mendukung pelaksanaan Program Pemerintah Kabupaten Gresik, terutama dalam pencapaian Nawa Karsa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyoroti potensi besar ZIS di Gresik yang mencapai hampir Rp 1,5 Triliun.

Ia secara khusus menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk menyalurkan ZIS mereka melalui Baznas Gresik.

“Data kepegawaian menunjukkan jumlah ASN sebesar 6.402, PPPK penuh 3.112, PPPK paruh waktu 3.112, dan THL sebanyak 1.120 yang merupakan sasaran utama pengumpulan ZIS. Mari kita bersama-sama... menyalurkan ZISnya ke Baznas Gresik,” kata Washil.

Washil mengungkapkan bahwa meski program Baznas sudah baik, pengumpulan ZIS masih belum maksimal, yang berdampak pada kurang optimalnya bantuan kepada mustahik (penerima zakat).

Ia mencontohkan, dari target pengumpulan ZIS tahun 2025 sebesar Rp 35 miliar, capaian hingga Oktober 2025 baru berada di angka Rp 22 miliar (sekitar 75%).

Untuk mencapai target 2026, Pemkab Gresik berkomitmen segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) untuk memaksimalkan tata kelola dan pengumpulan ZIS.

Washil menyoroti dua fokus utama untuk optimalisasi pengumpulan yakni peningkatan Kontribusi ASN/PPPK yang mendorong peningkatan kontribusi pada sejumlah OPD yang capaiannya masih rendah dan penguatan UPZ Desa juga Kelurahan yang memperkuat peran UPZ desa dan kelurahan sebagai ujung tombak potensi zakat di tingkat masyarakat.

“UPZ di desa dan kelurahan memiliki potensi besar jika dikelola secara sistematis. Saya mengajak camat, kepala desa, dan lurah untuk mengaktifkan kelembagaan UPZ, meningkatkan literasi zakat, serta membangun kolaborasi dengan tokoh agama dan lembaga masyarakat,” tutupnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#Sekda #kelurahan #Baznas #UPZ #gresik #Desa