RADAR GRESIK - Dalam semangat perayaan Milad 'Aisyiyah ke-108, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani bersama Dinas Pertanian Kabupaten Gresik yang diselenggarakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik pada Sabtu (2/8), menjadi penanda penting sinergi antara organisasi perempuan Persyarikatan Muhammadiyah, dengan pemerintah daerah.
Penandatanganan MoU dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin dalam sambutannya menyampaikan, PDA Gresik menyadari bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam memastikan ketersediaan pangan di tingkat keluarga dan masyarakat.
“Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi jembatan untuk memberdayakan para wanita, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani ‘Aisyiyah,”.ujar Innik.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro berharap Dengan adanya kerja sama ini, bisa menciptakan program-program yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan distribusi yang adil.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati sangat komprehensif, mencakup empat pilar utama yaitu Pendidikan dan Pelatihan yang mana ‘Aisyiyah akan menjadi mitra strategis dalam memberikan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan bagi Kelompok Wanita Tani dan merupakan langkah nyata untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan praktis dalam bidang pertanian, Pelestarian Lingkungan Hidup yang juga menekankan pentingnya program yang mendukung kelestarian alam, menunjukkan kepedulian 'Aisyiyah terhadap isu-isu lingkungan, Ketahanan pangan, program yang dikembangkan dan berorientasi pada kemandirian pangan masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses terhadap pangan yang sehat dan berkelanjutan," tutur Innik.
Kerja sama ini menjadi bukti konkret bahwa 'Aisyiyah tidak hanya berfokus pada dakwah dan pendidikan, tetapi juga pada isu-isu sosial-ekonomi yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, 'Aisyiyah Gresik membuktikan perannya sebagai motor penggerak perubahan dan pembangunan yang berdampak luas,”. Pungkas Innik. (jar/han)
Editor : Hany Akasah