Ekonomi & Bisnis Features Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kota Gresik Lifestyle Moncer Seru Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro Politika Sosial Sport & Health

Berikut Profil Lengkap Caleg DPRD Jawa Timur Dapil Gresik – Lamongan Suara Terbanyak Pemilu 2024

Hany Akasah • 2024-02-24 16:36:55
PERWAKILAN DAPIL X: Delapan caleg diprediksi akan menduduki DPRD Jatim untuk masa bakti 2024-2029.
PERWAKILAN DAPIL X: Delapan caleg diprediksi akan menduduki DPRD Jatim untuk masa bakti 2024-2029.

RADAR GRESIK-Berdasarkan hasil real count KPU sudah keluar nama caleg yang bakal menjadi anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur yang berkantor di Jalan Indrapura Surabaya. Hasilnya, ada beberapa yang incumbent namun juga pendatang baru. Berikut profil caleg DPRD Jawa Timur pemenang Pemilu 2024 yang diolah oleh Radar Gresik. 

  1. H Makin Abbas LC MA (PKB)

H Makin Abbas Lc MA merupakan ketua sekaligus pendiri YPI Tikung yang memiliki lembaga pendidikan SMP dan SMK yang menampung seribuan anak didik. Yang menarik, lembaga pendidikan tersebut banyak menampung anak anak kurang mampu bahkan anak terlantar dari berbagai daerah untuk ditampung dan didik dengan baik melalui pendidikan formal maupun di pesantren.

Karir Makin Abbas sudah moncer sejak menduduki sebagai Ketua DPRD Lamongan. Tak heran, jika berkali-kali nyaleg selalu jadi dan mendapatkan suara terbanyak hingga mendobrak kursi PKB di DPRD Jatim. Misalnya di tahun 2019 lalu, kursi PKB lebih dari 150 ribu hingga akhirnya menarik Ufiq Zuraida menjadi DPRD Jawa Timur meski suaranya hanya sekitar 32 ribuan.

Pada Pemilu 2024 juga demikian. Pada data C1 KPU suara Makin Abbas mencapai 185.452 dan menjadi suara tertinggi di Dapil X Gresik – Lamongan ini. Disusul oleh Abdul Qodir yang meraih suara 61.817.

  1. Hasanuddin, M.H (PDI Perjuangan)

Hasanuddin menjadi caleg dengan suara terbanyak kedua yakni mencapai 105.399. Dalam dunia politik, Hasanuddin mungkin masuk dalam politisi muda dan menjadi Sekretaris Banteng Muda Jawa Timur, organisasi sayap pemuda PDI Perjuangan . Pria asli Pulau Bawean Gresik itu lahir tanggal 2 April 1984.

Meski aktif di parpol nasionalis, Hasanuddin terkenal sosok santri tulen. Bapak empat anak itu mengeyam pesantren mulai kecil yakni di Ponpes Bata-bata Sumenep hingga di Situbondo Jawa Timur.

Hasanuddin menempuh pendidikan perguruan tinggi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel pada tahun 2004. Selama kuliah, Hasanuddin juga aktif dalam organisasi muda Nadhatul Ulama (NU) yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) baik fakultas maupun universitas. Setelah lulus kuliah, Hasanuddin aktif dalam berbagai organisasi politik, akademisi hingga menjadi pengusaha.

Suami Amalia ini mendapatkan suara terbanyak di PDI Perjuangan, disusul Andy Firasadi yang merupakan incumbent dengan raihan suara 35.133.

  

  1. M Rofiq (Gerindra)

M Rofiq berhasil menjadi caleg DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra setelah mendapatkan 99.625 suara. Dengan jumlah total suara tersebut, M Rofiq menjadi pemenang di internalnya. Rofiq merupakan incumbent dalam perebutan kursi di DPRD Jatim. Sebelumnya, Rofiq merupakan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim kembali genap berjumlah 15 orang setelah MH Rofik resmi diambil sumpah. Rofiq dilantik menjadi anggota antar waktu DPRD Jatim melalui rapat paripurna DPRD Jatim, pada 27 November 2021.

Mantan ketua PW GP Ansor Jatim itu menggantikan Alm Ahmad Firdaus Fibrianto yang meninggal dunia pada 3 Juli 2021. MH Rofik menjadi caleg DPRD Jatim dari Dapil XIII (Lamongan-Gresik).

 

  1. Husnul Aqib

 

Husnul Aqib menjadi bakal dilantik menjadi anggota DPRD masa jabatan 2024 – 2029 setelah mendapatkan 83.625. Husnul mendapatkan suara terbanyak keempat di Lamongan dan Gresik, serta terbanyak pertama di internal partainya.

Ilustrasi Radar Gresik/Riri Radar Gresik
Ilustrasi Radar Gresik/Riri Radar Gresik

Nama Husnul Aqib sudah tidak asing dalam dunia politisi Lamongan dan Gresik. Husnul pernah menjadi Anggota DPRD Jawa Timur periode 2014-2019 daerah pemilihan Gresik dan Lamongan. Kemudian, pada Pemilu 2019 dia ditempatkan ke DPRD Lamongan dengan meraih suara terbanyak di antara caleg PAN.

Namun dia tak bisa menjabat wakil ketua DPRD kala itu. Setelah Kongres PAN di Kendari, perubahan politik terjadi. DPC PAN kubu Husnul Aqib mendesak lagi agar menduduki jabatan itu. DPD PAN Jatim dan DPP akhirnya  memberikan rekomendasi.

Pendiri PAN Lamongan Fathur Rohim Suhadi yang juga Ketua Majelis Pembinaan Kader PDM Lamongan mengatakan, kapasitas Husnul Aqib sebagai Wakil Ketua DPRD sudah pas dengan kemampuannya.

Husnul Aqib merupakan kader Muhammadiyah tulen dari Payaman yang berpengalaman. Dia aktivis mulai IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), Pemuda Muhammadiyah, dekat dengan lintas ormas, dan partai.

 

 

  1. Kodrat Sunyoto (Golkar)

Nama Kodrat Sunyoto dalam dunia politisi Jawa Timur sudah tidak asing lagi. Kodrat mendapatkan 72.836 suara dan terbanyak di internal Partai Golkar untuk Dapil X Gresik – Lamongan.

Dalam dunia organisasi, Kodrat pernah aktif di berbagai organisasi seperti Ormas MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong). Bahkan, Kodrat menjadi ketua MKGR masa jabatan 2021- 2026. Sebelumnya Kodrat Sunyoto juga menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Jatim. Pria kelahiran Lamongan ini sebelumnya menjadi Sekretaris FPG DPRD Jatim.

Selama menjadi ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim, Kodrat sering tetap  memberikan masukan-masukan yang membangun untuk kepentingan masyarakat Jatim. Ini semua demi masyakarat Jatim agar lebih sejahtera dan saling bergotong royong.

Kodrat juga pernah menjabat sebagai Anggota Komisi E DPRD Jatim . Ia sering memberikan sumbangsih ide dan gagasan yang konstruktif di masing-masing Komisi. Sebelum aktif dalam dunia politisi, Kodrat juga pernah menjadi dosen di salah satu kampus swasta Surabaya.

  

  1. Abdul Qodir (PKB)

 

Abdul Qodir dipastikan menjadi anggota DPRD Jawa Timur setelah berhasil meraih 61.817 suara melalui Partai PKB. Nama Abdul Qodir  di Kabupaten Gresik sudah tak asing lagi. Abdul Qodir merupakan warga Kecamatan Wringinanom Gresik. Ia menjadi Ketua DPRD Gresik masa jabatan 2019 hingga 2024. Selama menjabat sebagai ketua DPRD Gresik, banyak program dan peraturan daerah yang dibuatnya. Tak heran, jika suami dari Ufiq Zuraida itu pernah mendapatkan award dari Radar Gresik sebagai Tokoh / Ketua DPRD Inspirasi Perda Inovatif. Selain dalam dunia politik, Qodir juga aktif dalam dunia organisasi dan sangat dekat dengan kalangan Nadahtul Ulama (NU).

 

  1. M Iwan Zunaih (Nasdem)

 

M Iwan Zunaih berhasil meraih 51.681 suara terbanyak di Nasdem sehingga dipastikan akan menduduki kursi Indrapura DPRD Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya, Ahmad Iwan Zunaih merupakan anggota Komisi B periode 2019-2024. Ia merupakan politikus karismatis dari daerah pemilihan Gresik dan Lamongan. Namanya kini masuk dalam  2024. Gus Iwan menantu dari KH Abdul Ghofur, pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan. Mertuanya adalah keturunan ke-14 Sunan Drajat.

Selain keturunan kiai besar di Gresik dan Lamonngan, Gus Iwan juga pernah menjabat sebagai Rektor Institut Pesantren Sunan Drajat. 

8. Samwil (Demokrat)

Sosok H. Samwil, SH sudah tak asing lagi bagi masyarakat Gresik maupun Lamongan. Kiprah lelaki yang asli kelahiran Kecamatan Tambak Pulau Bawean itu dalam berorganisasi kepemudaan, dunia politik maupun olahraga, bukan instan tapi melalui proses perjuangan. Sejak lama digelutinya sebelum memantapkan diri terjun di dunia politik. Saat ini, lelaki dengan kumis tipis tersebut menjabat ketua DPC Partai Demokrat Gresik sejak tahun 2007 lalu hingga sekarang. 
 
Bukan sesuatu yang luar biasa ketika H. Samwil SH melanggeng ke kursi parlemen di DPRD Propinsi Jawa Timur pada periode 2014-2019. Pengalamannya di dunia politik sudah malang melintang sejak era reformasi. Partai politik (Parpol) yang menjadi kawah candradimuka yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada tahun 1999, dia menjabat Bendahara DPAC PKB Tambak sekaligus ditunjuk Ketua Pemenangan Pemilu 1999. 
 
Untuk organisasi kepemudaan, Samwil menjadi ketua Pemuda Gresik pada tahun 1998. Tak berhenti sampai disitu, lelaki yang sejak muda sudah menempuh pendidikan pesantren di Jombang itu, mendapat amanah mengurus Persatuan Sepak Bola Gresik (Persegres) pada tahun 2000. 
 
Samwil memutuskan untuk loncat partai karena terlibat konflik internal. Lalu, PPP yang menjadi tujuan untuk menekuni dunia percaturan politik di Kabupaten Gresik. Tak sia-sia, karena Samwil berhasil duduk di kursi parlemen Gresik untuk periode 2004-2009 meskipun ditengah jalan akhirnya harus di-recall.
 
Tak puas hanya sebagai legislator, Samwil yang dikenal sebagai pengusaha tersebut memberanikan untuk bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gresik pada tahun 2005. Dia didapuk sebagai calon wakil bupati (Cawabup) berpasangan dengan Mujitabah yang diusung oleh koalisi PDIP-PPP. Namun, harapannya menjadi orang nomor dua di Kabupaten Gresik kandas.
 
Dunia politik seolah tak pernah lepas dari nafasnya. Terbukti, pada tahun  2009 silam, Samwil masuk dalam calon legislatif (Caleg) untuk DPRD Jatim dari daerah pemilihan (Dapil ) X yang meliputi Gresik-Lamongan. Sayangnya, dia tak bisa menikmati empuknya kursi kekuasaan di Indrapura.
 
Semangat lelaki yang memiliki hobi berkuda tersebut tak pantang menyerah dalam kiprahnya di dunia politik. Terbukti pada Pilkada Tahun 2010, Samwil yang diusung Partai Demokrat nekad mencalonkan diri sebagai pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Gresik. Dia tetap didapuk nomor 2 untuk mendampingi Sastro Soewito yang dipasang sebagai calon bupati. Samwil kembali memang di tahun 2019 dan kini di Pemilu 2024, Samwil bakal kembali melenggang ke DPRD Jatim, Jalan Indrapura. (han)
 

 

 

Editor : Hany Akasah
#Golkar #iwan #jatim #gresik #jawa timur #kpu #nasdem #hasanuddin #PKB #dprd #Lamongan #Abdul Qodir #Kodrat