Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Jalan Duduksampeyan Rawan Kecelakaan Maut, DPRD Gresik Kawal Negosiasi Solusi

Riri Masfardian • Senin, 14 April 2025 | 20:06 WIB

Kecelakaan di jalur angker mengakibatkan tujuh calon jemaah umrah tewas di Duduksampeyan.
Kecelakaan di jalur angker mengakibatkan tujuh calon jemaah umrah tewas di Duduksampeyan.

RADAR GRESIK -DPRD Gresik, khususnya Komisi III, menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Jalan Duduksampeyan. Mereka siap mengawal negosiasi dengan BBJR untuk mencari solusi dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang mengkhawatirkan di sepanjang Jalan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, memicu respons serius dari DPRD Gresik. Komisi III DPRD Gresik, khususnya, mengambil langkah proaktif untuk mengatasi masalah ini.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menyatakan keprihatinannya atas kondisi jalan yang dinilai sangat rawan kecelakaan. Permasalahan ini telah dibahas dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJR).

Kondisi jalan yang lebar, mulus, dan minim penerangan jalan umum (PJU), serta tidak adanya pembatas tengah, menjadi faktor utama pemicu kecelakaan.

Ruas jalan Duduksampeyan hingga Bunder dan Duduksampeyan hingga Setrohadi menjadi titik rawan karena pengendara cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

"Kami sangat prihatin dengan maraknya kecelakaan di sepanjang jalan Duduksampeyan. Jalan yang seharusnya memberikan kenyamanan, justru menjadi sumber bahaya bagi para pengguna jalan. Kondisi jalan yang lebar dan mulus tanpa pembatas tengah ini sangat berpotensi terjadinya tabrakan adu banteng," ujar Abdullah Hamdi.

DPRD Gresik mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk segera bernegosiasi dengan BBJR, mengingat status jalan tersebut sebagai jalan nasional.

"Kami mendesak Pemkab Gresik untuk aktif berkoordinasi dan melakukan negosiasi dengan BBJR. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," tegasnya.

Abdullah Hamdi menawarkan diri untuk melakukan kajian bersama terkait kemungkinan pembuatan pembatas tengah jalan. Selain itu, titik-titik bahu jalan yang mengalami penurunan juga menjadi perhatian dan memerlukan pengurukan segera.

Komisi III DPRD Gresik berencana mengundang BBJR, Dinas PU Gresik, Satlantas Polres Gresik, dan Dishub Gresik untuk diskusi lebih lanjut pada hari Rabu mendatang.

"Rencananya pada hari Rabu nanti, kami akan mengundang BBJR, Dinas PU, dan Dishub Gresik, serta Satlantas Polres Gresik untuk duduk bersama mencari solusi terbaik. Kami berharap, dengan adanya sinergi dan koordinasi yang baik, permasalahan lakalantas di Duduksampeyan ini bisa segera teratasi dan jalan ini menjadi aman bagi seluruh pengguna jalan," pungkas Abdullah Hamdi.  (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#kecelakaan #gresik #duduksampeyan #dprd #Jalan #BBJN #Laka Lantas