RADAR GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, melalui Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah Hamdi, menggelar sosialisasi terkait pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Bendil, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada tahap pertama tahun 2025.
Abdullah Hamdi menyampaikan pentingnya peraturan daerah (Perda) Kabupaten Gresik Nomor 3 Tahun 2021 tentang pengurangan penggunaan plastik sekali pakai (PSP).
Acara ini turut dihadiri oleh narasumber yang kompeten, yaitu Mochamad Usman, Kepala Bidang Kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik.
Mochamad Usman, dalam pemaparannya, menjelaskan sampah plastik sekali pakai menjadi masalah serius di Kabupaten Gresik, sebab plastik memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai dan berpotensi mencemari lingkungan.
"Pengurangan sampah plastik menjadi perhatian besar bagi pemerintah daerah, karena dampak buruknya bagi lingkungan sangat nyata," ujarnya.
Abdullah Hamdi menekankan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai membutuhkan kerjasama dan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat. "Kasus sampah plastik ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari masyarakat. Kita semua harus memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar kita," ungkapnya.
Menurutnya, perubahan pola pikir (mindset) masyarakat terhadap sampah sangat penting.
"Dengan mengubah cara pandang terhadap sampah, kita bisa menjadikannya sebagai sumber daya yang bermanfaat. Salah satunya dengan memilah sampah dan mengolahnya menjadi barang-barang kerajinan tangan yang bernilai ekonomi," tambah Abdullah Hamdi.
Abdullah Hamdi juga berharap agar generasi muda, khususnya kalangan milenial, dapat berperan aktif dalam mengurangi sampah plastik.
"Saya berharap kepada seluruh undangan yang hadir, khususnya para kaum milenial, untuk berkreasi dan berinovasi dalam upaya mengurangi sampah plastik. Melalui kreativitas, kita bisa menciptakan solusi yang bermanfaat untuk lingkungan dan ekonomi," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah