Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dua Desa di Panceng Berhasil Didamaikan Kapolres Gresik, Ketua DPRD Imbau Warga Tetap Tahan Diri

Yudhi Dwi Anggoro • Minggu, 1 Maret 2026 | 19:30 WIB

Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir
Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir

RADAR GRESIK – Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, mengimbau seluruh warga untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi menyusul insiden patrol sahur yang berujung bentrok antar kelompok pemuda di Kecamatan Panceng.

Politisi muda tersebut meminta semua pihak menyerahkan sepenuhnya penanganan proses hukum kepada aparat kepolisian agar situasi tetap kondusif di bulan suci Ramadan.

Syahrul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang melibatkan pemuda Desa Campurejo dan Desa Banyutengah tersebut. Menurutnya, bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat ibadah, bukan justru diwarnai dengan aksi kekerasan.

Baca Juga: Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Nostalgia di Lomba Al Banjari, Siap Digelar Lebih Meriah Tahun Depan

“Atas tragedi di Panceng, mohon masyarakat menahan diri, agar proses hukum berjalan,” tegasnya.

Ketegangan sempat memuncak setelah jajaran Satreskrim Polres Gresik menangkap pelaku pembacokan berinisial S alias DM, warga Desa Banyutengah, di wilayah Paciran, Lamongan pada Jumat (27/2) malam.

Sebelum penangkapan, massa yang tersulut emosi sempat mendatangi dan membakar rumah pelaku karena tidak menemukan yang bersangkutan di lokasi.

Baca Juga: SIM Santri Trendi: Inovasi Polres Gresik Mudahkan Ribuan Santri Miliki SIM Selama Ramadan

Merespons situasi tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan langkah persuasif. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung proses mediasi antara perwakilan warga Desa Campurejo dan Desa Banyutengah di Balai Desa Banyutengah pada Sabtu (28/2) malam.

Dalam dialog terbuka tersebut, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan mengakhiri perselisihan.

Kapolres menegaskan bahwa kepolisian bertindak tegas secara hukum dengan mengamankan pelaku, namun ia juga meminta dukungan masyarakat untuk menjaga stabilitas.

Baca Juga: Menebar Berkah Ramadan, Persatuan Istri Anggota DPRD Gresik Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa

"Polri tidak ada apa-apanya tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap perwakilan warga yang hadir malam ini dapat mengendalikan warganya masing-masing," ujar AKBP Ramadhan.

Senada dengan Kapolres, Syahrul Munir juga meminta Pemerintah Desa (Pemdes) dan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak untuk berperan aktif meredam amarah warga.

"Antar Pemerintah Desa Banyutengah dan Campurejo serta tokoh masyarakat, mohon bisa menenangkan warganya untuk bisa menahan diri masing-masing," tambahnya.

Baca Juga: Pererat Sinergi, Satlantas Polres Gresik Gelar Edukasi Safety Riding dan Buka Bersama Driver Online

Mediasi tersebut berakhir kondusif dengan aksi simbolis saling bersalaman antara perwakilan warga kedua desa. Pihak Desa Banyutengah juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan memastikan bahwa isu mengenai pergerakan massa susulan adalah hoaks.

Dengan adanya kesepakatan damai ini, stabilitas kamtibmas di wilayah Panceng diharapkan dapat kembali pulih sepenuhnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#Kondusif #Syahrul Munir #gresik #PANCENG #dprd