RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DCKPKP) merespons cepat keluhan masyarakat terkait kerusakan akses jalan menuju proyek pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi di Desa Racitengah, Kecamatan Sidayu.
Mulai Rabu (14/1), perbaikan jalan tersebut resmi dimulai guna memastikan aktivitas warga sekitar maupun mobilitas logistik proyek tidak lagi terganggu.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah alat berat telah dikerahkan ke area terdampak untuk memulai proses pemulihan.
Material pasir dan batu (sirtu) juga nampak telah disiapkan di sepanjang jalur yang rusak untuk tahap pemadatan sebagai langkah perbaikan darurat. Langkah ini diambil mengingat akses tersebut merupakan jalur utama yang sangat krusial bagi warga setempat.
Kepala DCKPKP Kabupaten Gresik, Ida Lailatussa'diyah, menegaskan bahwa jalan yang mengalami kerusakan sebagai dampak dari aktivitas proyek pembangunan sekolah tersebut menjadi tanggung jawab untuk segera dibenahi. Ia memastikan tim di lapangan bekerja cepat agar kondisi jalan kembali layak dilalui.
"Segera akan dilakukan perbaikan," ujar Ida Lailatussa'diyah memberikan kepastian terkait pengerjaan jalan tersebut.
Di lokasi yang sama, Camat Sidayu, Suwartono, yang didampingi Sekcam Su'udin meninjau langsung progres di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa pihak kontraktor telah berkomitmen penuh untuk melakukan pemadatan jalan menggunakan material sirtu guna meminimalisir kondisi jalan yang becek dan berlumpur akibat hujan serta beban kendaraan proyek.
Untuk menunjang percepatan perbaikan, pihak pelaksana telah mendatangkan berbagai armada teknis.
"Hari ini sudah didatangkan material sirtu serta alat berat berupa satu unit Excavator 200, satu unit Vibro, satu unit Dozer, dan dua unit Dump Truck. Alat-alat tersebut siap digunakan untuk memperbaiki jalan," jelas Suwartono.
Suwartono mengakui bahwa kondisi jalan sebelumnya memang memprihatinkan dan sempat menjadi kendala mobilitas.
Namun, ia menekankan bahwa pemadatan sirtu ini merupakan solusi jangka pendek selama masa konstruksi berlangsung. Rencananya, pemulihan jalan secara permanen baru akan dilaksanakan secara menyeluruh setelah seluruh rangkaian pembangunan gedung sekolah selesai dilakukan.
Sebagai informasi, proyek Sekolah Rakyat di Desa Racitengah ini merupakan fasilitas pendidikan skala besar yang dibangun di atas lahan seluas 6,2 hektare.
Sekolah terintegrasi ini diproyeksikan memiliki kapasitas yang sangat masif, mencakup 75 Rombongan Belajar (Rombel) untuk tingkat SD, 75 Rombel SMP, dan 75 Rombel SMA. Selain itu, fasilitas ini nantinya akan mengakomodasi 75 siswa dari Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini masih menempati lokasi di Desa Mriyunan. (yud/han)
Editor : Hany Akasah