RADAR GRESIK – Memasuki awal tahun 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik merilis capaian kinerja Tim Unit Reaksi Cepat (URC) lintas jalan.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1.511 titik jalan rusak di berbagai wilayah Kabupaten Gresik berhasil ditangani guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Ribuan titik kerusakan tersebut mayoritas bersumber dari laporan aktif masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti secara bertahap oleh tim di lapangan. Langkah ini merupakan komitmen Pemkab Gresik dalam merespons cepat keluhan infrastruktur darurat.
Koordinator Tim URC DPUTR Gresik, Samsul Bakri, menjelaskan bahwa salah satu fokus penanganan terakhir di penghujung tahun dilakukan di ruas Jalan KH. Syafi’i, Kecamatan Manyar. Ruas ini merupakan salah satu jalur padat yang mendapatkan prioritas perbaikan tambal sulam.
"Setiap ada laporan masuk, tim langsung bergerak melakukan pengecekan teknis di lapangan. Seperti di Jalan KH. Syafi’i, kami langsung turun untuk melakukan perbaikan agar mobilitas warga tidak terganggu," ujar Samsul saat meninjau proses pengaspalan.
Samsul merinci bahwa pola penanganan tidak dilakukan secara asal. Tim menerapkan sistem spot per spot dengan jangkauan rata-rata 100 meter pada tiap lokasi yang mengalami kerusakan parah.
Tahapan pekerjaan dimulai dari proses penggalian pada aspal yang berlubang, kemudian dilakukan pengurugan menggunakan material agregat kelas A untuk memperkuat fondasi.
Sebagai sentuhan akhir, tim menggunakan hotmix jenis AC-WC agar permukaan jalan kembali stabil, rata, dan layak dilalui kendaraan bermuatan.
"Pekerjaan kami prioritaskan pada titik-titik yang dianggap rawan kecelakaan (laka lantas) dan yang paling banyak dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas ekonomi," tambahnya.
Meski ribuan titik telah diperbaiki, Samsul tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur yang sedang dalam proses pengerjaan atau wilayah yang baru terdampak cuaca ekstrem.
“Kami mohon masyarakat tetap berhati-hati, apalagi saat ini intensitas hujan cukup tinggi yang berpotensi memunculkan lubang baru. Pemerintah daerah sangat terbuka bagi masyarakat untuk terus melaporkan kondisi jalan rusak melalui kanal yang tersedia agar segera mendapatkan penanganan,” pungkasnya.
Dengan capaian di tahun 2025 ini, DPUTR Gresik optimis dapat terus menekan angka jalan berlubang di tahun 2026 demi mewujudkan infrastruktur Gresik yang lebih mantap dan aman. (jar/han)
Editor : Hany Akasah