Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Percepatan Infrastruktur, Peningkatan Jalan Morowudi-Benjeng Gresik Capai 67,83 Persen

Fajar Yuliyanto • Rabu, 12 November 2025 | 21:09 WIB
PENINGKATAN - Jalan Morowudi-Benjeng Gresik dalam peningkatan dan perbaikan jalan.
PENINGKATAN - Jalan Morowudi-Benjeng Gresik dalam peningkatan dan perbaikan jalan.

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus menggenjot percepatan infrastruktur jalan di Kabupaten Gresik.

Saat ini, proyek perbaikan dan peningkatan Jalan Morowudi–Benjeng Gresik dilaporkan telah mencapai progres 67,83 persen.

Meskipun pengerjaan masih berlangsung, akses di ruas jalan tersebut tetap dibuka untuk masyarakat dengan menerapkan sistem buka tutup. Hal ini menyebabkan pengguna jalan harus berbagi ruang dengan alat berat yang beroperasi.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik, Eddy Pancoro, menghimbau agar pengguna jalan bersabar selama proses pembangunan.

“Kondisinya masih terus dalam proses perbaikan dan peningkatan. Kami mohon para pengguna jalan bersabar, karena jalur yang bisa dilewati sementara hanya satu lajur saja,” kata Eddy.

Eddy menjelaskan bahwa pembangunan, peningkatan, sekaligus pelebaran jalan ini sementara memang mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat, namun merupakan investasi publik untuk kenyamanan jangka panjang.

“Mohon bersabar sementara. Setelah tuntas, jalan ini kembali digunakan masyarakat dengan kualitas lebih baik. Peningkatan jalan ini juga penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Koordinator Tim Unit Reaksi Cepat (URC) DPUTR Gresik, Samsul Bakri, menjelaskan detail teknis pengerjaan jalan tersebut.

Proyek ini mencakup perbaikan jalan sepanjang 724 meter dengan lebar 7 meter, serta pembangunan saluran U-Ditch sepanjang 950 meter.

"Nah kenapa lebih panjang U-Ditch-nya dari pada panjang jalan? Karena untuk U-Ditch atau saluran itu terusan sehingga panjang melebihi ruas jalan yang ditingkatkan,” jelas Samsul, Senin (10/11).

Menurut Samsul, jalan beton yang digunakan memiliki standar ketahanan hingga 20 tahun ke depan. Penggunaan beton dipilih karena lebih kuat dibandingkan aspal, meskipun biayanya mencapai lima kali lipat dari biaya pengaspalan.

Proses lapisan pengecoran dari bawah menggunakan agregat kelas A, LC, dan rigid beton.

Selain itu, agregat dinaikkan hampir 50 sentimeter dari pinggir jalan untuk membebaskan ruas jalan dari potensi banjir.

“Dengan progres yang terus bergerak, pembangunan Jalan Morowudi–Benjeng Gresik diharapkan menjadi jalur yang lebih ramah, kokoh, dan mendukung pertumbuhan perekonomian warga Gresik dalam jangka panjang,” pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#morowudi #Dinas PU #gresik #Benjeng #Jalan #beton