RADAR GRESIK - Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchamad Zaifudin, baru-baru ini menggelar reses dan penyerapan aspirasi masyarakat di Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom, Gresik.
Dalam sesi penyerapan aspirasi tersebut, terungkap sejumlah masalah mendesak yang menjadi keluhan utama warga.
Tiga isu utama yang mendominasi keluhan masyarakat adalah ifrastruktur, layanan Kesehatan, dan Bantuan Sosial (Bansos),
Keluhan paling banyak disampaikan warga terkait Bantuan Sosial (Bansos), khususnya mengenai ketidaktepatan data dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang kini menjadi acuan penyaluran bantuan.
Warga mengeluhkan adanya perubahan status penerima bantuan secara mendadak. Sebagian warga yang sebelumnya menerima bantuan kini tidak lagi tercantum, sementara ada pula warga yang dinilai mampu namun tetap masuk sebagai penerima bantuan.
Zaifudin menegaskan bahwa DTSEN tidak bisa dijadikan tolak ukur tunggal hanya dari tampilan data di permukaan.
"Kita ada proses ground checking di DTSEN. Jadi data itu disesuaikan dengan kondisi rumah dan keadaan ekonomi masyarakat saat dilakukan pengecekan lapangan,” kata Zaifudin, Minggu (9/11).
Pihaknya menjelaskan, kategori penerima Bansos mengacu pada sistem desil. Dimana warga pada desil 1 hingga 5 berhak mendapatkan bantuan, sementara warga pada desil 6 hingga 10 tidak masuk kriteria penerima.
Saat ini, jumlah keluarga yang tercatat dalam DTSEN di Kabupaten Gresik mencapai 456.014 keluarga.
Zaifudin menghimbau masyarakat yang merasa kondisi ekonominya lemah namun namanya belum tercantum di DTSEN, untuk segera bertindak.
Yakni segera melakukan pengecekan mandiri, masyarakat dapat melakukan pengecekan status penerima bantuan dan keberadaan data diri melalui aplikasi Bansos Kemensos.
"Kalau namanya tidak ada di DTSEN, tetapi kondisi ekonominya lemah, warga bisa mengajukan ke operator desa untuk diusulkan masuk. Prosesnya melalui musyawarah desa,” imbuhnya.
Dengan adanya perubahan sistem dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menuju DTSEN, Komisi IV DPRD Gresik berharap agar penyaluran bantuan sosial di Gresik ke depan dapat menjadi lebih tepat sasaran. (jar/han)
Editor : Hany Akasah