Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker dan PCNU Gresik Kolaborasi Beri Pelatihan Perawatan AC Berbasis Kompetensi

Fajar Yuliyanto • Selasa, 28 Oktober 2025 | 18:52 WIB
PELATIHAN : Kepala Disnaker Gresik, Zainul Arifin saat menyapa para peserta yang sedang praktek pelatihan perawatan sistem AC.
PELATIHAN : Kepala Disnaker Gresik, Zainul Arifin saat menyapa para peserta yang sedang praktek pelatihan perawatan sistem AC.

RADAR GRESIK – Untuk meningkatkan keterampilan kerja dan menekan angka pengangguran di kalangan warga Nahdliyin, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Omah Masyarakat Berdaya Gresik di bawah naungan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Gresik bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik menggelar pelatihan berbasis kompetensi.

Sebanyak 16 peserta yang berasal dari 16 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Gresik mengikuti program pelatihan perawatan sistem pendingin udara (AC) tersebut.

Pelatihan yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini akan berlangsung selama 18 hari, mulai tanggal 27 Oktober hingga 15 November 2025.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik, Zainul Arifin, menyatakan bahwa pelatihan ini adalah langkah awal yang krusial dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Gresik yang tangguh dan siap bersaing.

“Memulai itu sedikit dari puncak, tapi ada banyak hal yang harus kita awali dari bawah. Melalui pelatihan ini, kita sedang membangun pondasi peningkatan SDM. Banyak perusahaan besar di Gresik, tapi apakah semua orang harus masuk industri? Warga Gresik harus bisa menangkap peluang kerja yang ada, baik di sektor formal maupun mandiri,” kata Zainul di Gedung PCNU Gresik, Senin (27/10).

Sementara itu, Ketua LKKNU Gresik, M. Hisyam, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk keseriusan lembaga dalam memberdayakan masyarakat secara nyata.

“Ini menjadi keseriusan kami dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik, khususnya warga Nahdliyin. Peserta yang lulus nantinya akan kami berdayakan sebagaimana mestinya. PCNU hadir tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendukung penyaluran tenaga kerja dan kegiatan maintenance ke berbagai perusahaan di Gresik,” ujarnya.

Hisyam menambahkan, kerja sama PCNU dan Disnaker Gresik adalah bagian dari komitmen bersama untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesadaran industri (melek industri) di kalangan masyarakat.

“Kami ingin membangun masyarakat Gresik agar tidak gagap industri. Para peserta akan mendapatkan materi yang berkualitas dan sertifikat BNSP. Dengan pelatihan seperti ini, peserta akan siap kerja dan siap menjadi tenaga profesional,” imbuhnya.

Wakil Ketua PCNU Gresik, Dr. Syifaul Qulub, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program ini, mengingat tingkat pengangguran terbuka di Gresik mencapai sekitar 49 ribu orang.

“Ini menjadi bahan muhasabah bagi kita. Kita tidak boleh berhenti hanya pada penguatan ideologi Aswaja, tetapi juga harus memperluas paradigma menuju pemberdayaan dan kemandirian ekonomi,” tegasnya.

Ia menegaskan NU harus hadir dengan pendekatan yang lebih produktif dan berkelanjutan (sustainable) melalui penguatan madrasah vokasi dan pelatihan berbasis kompetensi.

LPK Omah Masyarakat Berdaya Gresik sendiri berencana akan menggelar pelatihan lainnya, termasuk program Artificial Intelligence (AI) selama 14 hari pada bulan November untuk memperluas kompetensi peserta di era digital. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#Pelatihan #ac #Disnaker #gresik #Perawatan #PCNU