RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pendidikan menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Pada tahun 2025, Pemkab Gresik akan memulai perbaikan terhadap 170 ruang kelas Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang mengalami kerusakan. Perbaikan ini merupakan tahap awal dari total 805 ruang kelas SMPN yang memerlukan rehabilitasi di seluruh Kabupaten Gresik.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Herawan Eka Kusuma, menjelaskan bahwa perbaikan ini akan didanai melalui berbagai skema anggaran. Ini termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, serta alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni dan Perubahan APBD (P-APBD).
"Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan, khususnya ruang kelas yang kondisinya rusak. Tahun ini, perbaikan akan dilakukan melalui berbagai sumber anggaran, baik dari pusat maupun daerah," tegas Herawan.
Herawan merinci bahwa skema usulan terbesar berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp20.955.690.000,00. Dana ini akan dialokasikan untuk perbaikan di 13 sekolah yang mencakup 105 ruang kelas dengan berbagai tingkat kerusakan, baik ringan maupun berat.
Selain DAK, perbaikan juga akan didanai melalui skema Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Gresik. Melalui jalur ini, 15 sekolah dengan 15 ruang kelas diusulkan untuk direhabilitasi, dengan estimasi anggaran sebesar Rp2.768.000.000,00.
Dinas Pendidikan Gresik juga mengalokasikan dana dari APBD murni untuk perbaikan infrastruktur. "Dalam APBD, perbaikan akan menyasar pada 3 sekolah dengan 7 ruang kelas yang rusak, dengan total usulan anggaran mencapai Rp1.222.000.000,00," tambah Herawan.
Menjelang perubahan anggaran, Dinas Pendidikan juga mengajukan usulan tambahan perbaikan melalui Perubahan APBD (P-APBD). Usulan ini mencakup 28 sekolah dengan total 43 ruang kelas yang direncanakan untuk diperbaiki, dengan perkiraan kebutuhan anggaran mencapai Rp8.400.000.000,00.
"Upaya ini merupakan langkah awal untuk menuntaskan seluruh ruang kelas rusak secara bertahap. Kami berharap tahun-tahun berikutnya sisa ruang kelas yang belum tertangani juga bisa segera diperbaiki," pungkas Herawan.
Secara keseluruhan, 35 SMP Negeri di Kabupaten Gresik tercatat memiliki ruang kelas yang mengalami kerusakan dalam berbagai tingkatan, menunjukkan skala tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas pendidikan. (jar/han)
Editor : Hany Akasah