RADAR GRESIK –Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menindak tegas segala bentuk kemaksiatan yang dapat merusak kesucian Ramadan, seperti perjudian, minuman keras, dan praktik maksiat lainnya.
Selain itu, patroli keamanan perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
"Jangan sampai ada tangan-tangan jahil yang mengganggu umat dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini," tegas KH. Ainur Rofiq Thoyyib, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik.
Kiai Rofiq sapaan akrabnya menambahkan, MUI menaruh harapan besar kepada kepala daerah yang telah terpilih pada Pilkada Serentak 2024 lalu agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
"Sebagai shadiqul hukūmah atau mitra strategis pemerintah, MUI harus selalu berdampingan dengan pemerintah agar kebijakan yang diambil sejalan dengan nilai-nilai Islam, menjaga ukhuwah Islamiyyah, serta merawat harmoni antar umat beragama," jelas Kiai Rofiq.
Baca Juga: BNNK Bangun Sinergi Wujudkan Gresik Bersih Narkoba Bersama Ormas dan Mahasiswa
MUI mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Masyarakat diimbau untuk memperbanyak ibadah seperti shalat berjamaah, membaca Alquran, berzikir, serta menghidupkan malam Ramadan dengan shalat tarawih dan qiyamul lail.
"Para pemilik restoran, rumah makan, warung, dan tempat hiburan diimbau untuk menghormati orang yang berpuasa dengan tidak menyajikan makanan dan minuman secara terbuka pada siang hari, mengurangi atau menutup sementara aktivitas hiburan yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah, serta memastikan karyawan Muslim dapat menunaikan ibadah dengan baik selama Ramadan," pungkasnya. (han)
Editor : Hany Akasah