Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dapat Anggaran Rp 42 M, DLH Gresik Siapkan Enam Program Prioritas 2025

Fahtia Ainur Rofiq • Kamis, 23 Januari 2025 | 22:51 WIB
PAPARAN: Kepala DLH Gresik Sri Subaidah bersama jajarannya saat menjelaskan program prioritas 2025.
PAPARAN: Kepala DLH Gresik Sri Subaidah bersama jajarannya saat menjelaskan program prioritas 2025.

RADAR GRESIK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik telah menyiapkan enam program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2025. Total anggaran yang disediakan mencapai Rp 42 miliar untuk mendukung pelaksanaan berbagai program tersebut.

Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, menjelaskan bahwa salah satu program utamanya adalah pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Dalam program ini, DLH akan menambah dua alat pemantau udara, sehingga Gresik memiliki total 11 alat pada tahun 2025.

"Selain itu, kami juga akan menambah satu alat pemantau kualitas air di Sungai Bengawan Solo. Saat ini, Gresik baru memiliki satu alat pemantau yang berada di Kali Brantas," ujarnya.

DLH juga akan melakukan pemulihan lahan bekas tambang di Desa Suci dengan luas 6,6 hektar. "Upaya ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang telah rusak akibat aktivitas penambangan sebelumnya," kata dia.

Kemudian, pihaknya juga akan melaksanakan penanaman 89 ribu bibit mangrove di beberapa lokasi. Langkah ini menjadi bagian dari program rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus mencegah abrasi. "Selain itu, sistem informasi laboratorium lingkungan akan dioptimalkan melalui aplikasi bernama Sibling," terangnya.

Program kedua yakni, pembinaan dan pengawasan terhadap izin lingkungan, serta pengelolaan limbah B3. Salah satu kegiatannya adalah pengajuan izin lingkungan berbasis elektronik melalui platform amdal.net.

DLH juga menargetkan peningkatan jumlah perusahaan yang melaporkan kegiatan lingkungan. "Pada tahun 2025, jumlahnya diharapkan meningkat dari 700 perusahaan menjadi 900 perusahaan yang patuh melaporkan kondisi lingkungannya," tandasnya.

Program ketiga, DLH fokus pada peningkatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan lingkungan kepada masyarakat. Kegiatan ini mencakup pengembangan program seperti sekolah adiwiyata, desa berseri, dan eco pesantren. 

"Selain itu, DLH Gresik juga menargetkan kembali meraih penghargaan Adipura pada tahun 2025," ungkapnya. 

Program keempat adalah penanganan pengaduan lingkungan hidup. "Kami akan memaksimalkan mekanisme pengelolaan aduan terkait permasalahan lingkungan yang disampaikan oleh masyarakat," terangnya.

Selanjutnya, pada program pengelolaan persampahan, DLH akan menambah kampung zero waste menjadi delapan lokasi. Selain itu, DLH akan memanfaatkan Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar pengganti batu bara untuk mendukung pengurangan limbah.

"Kami juga akan melakukan mining landfill, peningkatan kapasitas produksi di TPST Belahanrejo, menambah jumlah TPS dan TPS3R, serta memaksimalkan penerapan Peraturan Daerah (Perda) pengurangan sampah plastik di Kabupaten Gresik," kata dia.

Pada program pengelolaan keanekaragaman hayati, DLH akan melaksanakan kegiatan Saji Sapo (satu jiwa satu pohon). "Program ini mengharuskan ASN yang naik pangkat atau peserta lulus CPNS dan PPPK menanam pohon," ungkap dia.

Selain itu, DLH akan menanam 1.500 pohon baru di berbagai lokasi. Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk industri dan kawasan perumahan juga menjadi prioritas, termasuk pencatatan RTH berbasis elektronik melalui aplikasi IOP.

"Dengan pelaksanaan enam program prioritas tersebut, DLH Gresik berharap dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekaligus menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan," pungkasnya. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#dlh #program prioritas #rth #lingkungan #TPST #TPS3R #Limbah #gresik #RDF #Mining Landfill #hayati #Sampah #penanaman pohon