Kebomas- Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Syahrul Munir menyesalkan ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berpusat di Gresik harus menghadapi gugatan kepailitan akibat kesulitan financial. Pasalnya, di Kota Pudak saat ini ada banyak Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sedang dibangun.
"Ini menjadi sebuah ironi karena Gresik sebagai kota industri justru ada BUMN yang nyaris pailit. Kami berharap hal ini bisa segera dicarikan solusinya," kata Syahrul.
Dengan tidak adanya order ke PT Barata Indonesia, kata dia, membuat perusahaan yang berada di Kecamatan Kebomas itu sulit bertahan. Kondisi inilah yang membuat perusahaan mengalami kesulitan financial dan kegagalan pembayaran pada vendor.
"Gagalnya pembayaran pada vendor ini mematikan para UMKM. Bahkan ada ibu-ibu yang cerita jika mereka stres dikejar perbankan hingga Kol 5 dan tidak bisa lagi mendapatkan akses permodalan," imbuhnya.
Menurut Syahrul, PT Barata Indonesia membutuhkan perhatian khusus dari Presiden RI seperti PT Sritex di Solo. Pihaknya juga berencana mengirimkan surat kepada Komisi VI DPR RI agar bisa membahas kemelut BUMN Barata Indonesia bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta.
"Kita berjuang bersama-sama agar para vendor mendapatkan hak-haknya dan mereka bisa kembali melanjutkan usaha," pungkasnya.
Editor : Cak Fir