RADAR GRESIK - Puluhan masyarakat yang tergabung dalam koalisi bumbung kosong mendaftarkan calon bupati dan wakil bupati ke KPU Gresik. Hal ini dilakukan setelah dipastikan Pilkada Gresik 2024 hanya diikuti satu pasangan calon (paslon).
Juru Bicara (Jubir) Koalisi Bumbung Kosong Fadlul mengatakan aksi ini dilakukan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat bahwasanya bumbung kosong atau kotak kosong ini merupakan pilihan opsional yang dilindungi undang-undang.
"Dimana jika dalam pilkada hanya terdapat satu paslon saja, maka pemilih atau masyarakat diperkenankan mencoblos kotak kosong," ujarnya.
Dikatakan, jika memang calon yang ada tidak sesuai dengan keinginan, maka masyarakat bisa memilih kotak kosong.
"Kotak kosong berbeda dengan golput. Makanya kami dalam kesempatan ini mengajak masyarakat jangan golput. Jangan ya dek ya," pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua KPU Gresik Akhmad Taufik mengatakan pihaknya menyambut baik kritik dan masukan dari masyarakat.
"Itu menjadi motivasi kami untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap berpartisipasi memilih pada Pilkada 2024 mendatang," terangnya.
Ia menambahkan, terkait dengan teknis kotak kosong pihaknya menunggu arahan dari KPU pusat.
"Apakah nanti tetap ada alat peraga kampanye bumbung kosong atau yang lainnya kami masih menunggu arahan," pungkasnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq