RADAR GRESIK - BUPATI Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah terus berusaha menyelesaikan berbagai program nawakarsa disisa masa jabatannya. Salah satunya, program nelayan berdaulat dalam nawakarsa agropolitan.
Yakni dengan meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.
"Ini merupakan komitmen saya dan bu wabup untuk menuntaskan satu persatu program nawakarsa kami. Salah satunya program nelayan berdaulat dalam nawakarsa agropolitan dengan mendirikam SPBUN Lumpur ini," ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Menurut dia, pendirian SPBUN ini merupakan salah satu upaya mempermudah akses nelayan mendapatkan BBM Subsidi. Sehingga, bisa mengurangi biaya operasional mereka.
"Dengan begitu, nelayan bisa semakin sejahtera dan BUMD kami Gresik Migas bisa mendapatkan pendapatan untuk daerah," ungkap Gus Yani Sapaan Akrab Bupati Gresik.
Ia menjelaskan, di Kabupaten Gresik ada lima kecamatan yang masyarakatnya banyak menjadi nelayan. Dari lima kecamatan tersebut, saat ini sudah ada dua kecamatan yang terbangun SPBUN. Yakni SPBUN Lumpur dan SPBUN Penceng.
"Tahun ini, kami akan membangun tiga lagi di Kecamatan Bungah dan Manyar serta Ujungpangkah. Alhamdulillah anggarannya telah disetujui teman-teman DPRD Gresik," ungkap Gus Yani.
Selanjutnya, pihaknya telah meminta Gresik Migas untuk fokus pendirian SPBUN di Pulau Bawean. Sebab, disana masyarakatnya juga mayoritas bekerja sebagai nelayan.
"Kami minta Gresik Migas untuk terus berkoordinasi dengan kementerian, Pertamina, BPH Migas dan pihak lainnya terkait rencana pendirian tersebut," pungkas Gus Yani.
Sementara itu, Staf Khusus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Mayjen TNI (Mar) Edi Juardi mengaku sangat mengapresiasi keseriusan Bupati Gresik dalam mempermudah akses BBM untuk nelayan. Melalui kewenangan yang dimiliki Kementerian KKP akan memberikan dukungan penuh.
"Selain SPBUN Lumpur kami juga telah menerbitkan nomor pendaftaran rekomendasi pendirian tiga SPBUN. Yakni, SPBUN di Pangkahkulon, Randuboto dan Karangrejo, semoga pembangunannya bisa segera dituntaskan," ujar Edi Juardi.
Ia menambahkan, terkait dengan SPBUN di Pulau Bawean pihaknya telah menerima usulan dari Gresik. Saat ini pihaknya meminta agar segera diselesaikan soal lahannya. "Sudah masuk usulannya. Akan segera kami kaji. Kami minta segera diselesaikan persiapannya termasuk lahan," pungkas Edi Juardi.
Di tempat yang sama Direktur Utama BUMD Gresik Migas Habibullah mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memudahkan proses pendiran SPBUN Lumpur.
Mulai Kementerian KKP, Pertamina Patraniaga, BPH Migas dan berbagai pihak lainnya. "Alhamdulillah berkat dukungan dari semuanya pembangunan berjalan lancar," ungkap Habibullah.
Launching SPBUN Lumpur selain dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Gresik juga hadiri langsung Staf Khusus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Mayjen TNI (Mar) Edi Juardi.
Selain itu, juga terlihat hadir Dwi Puja Ariestya Eksekutif Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Koordinator Pengaturan BBM BPH Migas Anwar Rofiq dan sejumlah kepala OPD di Lingkungan Pemkab Gresik. (rof)
Editor : Hany Akasah