Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bupati Gresik Kocok Ulang Tujuh Kepala Dinas

Hany Akasah • Jumat, 18 November 2022 | 12:00 WIB
BERI SELAMAT: Kapolres Gresik, AKBP Adhitya Panji Anom saat menyalami mantan Wakapolres Gresik Kompol Kadek Oka Suparta usai sertijab di Mapolres Gresik.  (ISTIMEWA/RADAR GRESIK)
BERI SELAMAT: Kapolres Gresik, AKBP Adhitya Panji Anom saat menyalami mantan Wakapolres Gresik Kompol Kadek Oka Suparta usai sertijab di Mapolres Gresik. (ISTIMEWA/RADAR GRESIK)
GRESIK - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik 128 pejabat eselon II, III, dan IV, di Rruang Mandhala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik, Kamis (17/11). Ada tujuh pejabat eselon II yang dimutasi. Mereka adalah Malahatul Farda yang digeser menjadi Kepala Dinas UMKM, Koperasi, Perindustrian (Diskoperindag), Sutaji Rudi dimutasi menjadi staf ahli bupati, Syaifudin Ghozali dimutasi menjadi Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) M. Hari Syawaludin sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadispendukcapil).

Kemudian, Eddy Hadisiswoyo dimutasi menjadi Asisten II Sekda Gresik, Achmad Hadi dimutasi menjadi kepala inspektorat, Nuri Mardiana dimutasi menjadi asisten III sekda, dan AM Reza Pahlevi dimutasi menjadi Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD).

Untuk eselon III, Johar Gunawan dilantik menjadi Kepala Bagian Umum Sekda Gresik. Ia digantikan Imam Basuki. Lalu, Agung Endro Setyo Utomo dilantik menjadi sekretaris inspektorat.



Dalam pelantikan kali ini, bupati masih mengosongkan empat jabatan eselon II. Yaitu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan KBPPPA.

Kepala Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Gresik Imam Basuki yang selama ini terkenal sebagai aktivis senior di Gresik itu mengaku dalam 100 hari kerjanya dia ingin melakukan optimalisasi dan re-branding program Nawakarasa Bupati Yani. "Siap tidak siap namanya pegawai harus all out dalam bekerja," tegas Imam Basuki.

Dikatakan, selama ini dia melihat ada beberapa program kepala daerah yang kurang terinformasikan dengan baik kepada masyarakat. Sebagai contoh program Nawakarsa Bupati Yani dan Wabup Bu Min banyak yang telah mendapatkan penghargaan namun saat ini masyarakat banyak yang belum tahu.

"Humas itu sebagai representasi dari sebuah organisasi dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Gresik," imbuhnya.



Imam Basuki memiliki beberapa gagasan guna mengoptimalisasi program kerja Gus Yani dan Bu Min salah satunya mengaktifkan kembali Badan Koordinasi Humas Daerah (Bakohumasda) yang dulunya pernah eksis. Bakohumasda yang berisikan para insan humas dari berbagai intansi negeri maupun swasta serta organisasi dan perusahaan setiap periode tertentu akan melakukan koordinasi dan pertemuan. Nah, pertemuan itu diharapkan bisa menjadi ajang sosialisasi sekaligus sarana promosi program bupati kepada masyarakat luas.

"Bakohumas ini terdiri dari banyak lembaga dari tingkat desa sampai kabupaten. Nantinya mereka akan menjadi influencer program nawakarsa kepala daerah dilingkungannya masing-masing," tandasnya.

Dalam sambutannya, Bupati menaruh kepercayaan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan tugas sesuai yang diamanatkan.

"Saya mengucapkan selamat. Mudah-mudahan menjadi tempat baru yang benar-benar bisa dijalankan tugas dengan baik," imbuhnya.

Ia meminta kepada para pejabat yang dilantik agar memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. "Harus berinovasi dalam menjalankan program," pintanya.

Ia juga berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar mampu berkolaborasi, serta mengurangi egosektoral dalam menjalankan program.



"Kita tak bisa kerja sendiri. Harus kerja sama. "Nawakarsa tak hanya jadi tumpukan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)," sambungnya.

Ia lantas mencontohkan program UHC (berobat gratis) yang sudah mendapat penghargaan, namun banyak masyarakat yang tak tahu program itu.

"Saya minta jika ada masyarakat nggak tahu diantarkan. Lurah-lurah harus paham. Kepala UPT puskesmas, sekarang stunting mash banyak, harus berikan pelayanan terbaik," pintanya. (fir/han) Editor : Hany Akasah
#BUPATI GRESIK #pemkab gresik #Mutasi ASN #kepala dinas