Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Peringatan May Day di Gresik Akan Diwarnai Tasyakuran di Stadion Gejos hingga Peresmian Museum Marsinah

Fajar Yuliyanto • Senin, 27 April 2026 | 19:55 WIB
Persiapan May Day: Suasana rapat koordinasi antara Disnaker Gresik dan perwakilan serikat buruh guna mematangkan agenda tasyakuran peringatan Hari Buruh 2026. (Fajar/Radar Gresik)
Persiapan May Day: Suasana rapat koordinasi antara Disnaker Gresik dan perwakilan serikat buruh guna mematangkan agenda tasyakuran peringatan Hari Buruh 2026. (Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026 mendatang di Kabupaten Gresik dipastikan akan berlangsung dengan nuansa berbeda.

Alih-alih aksi turun jalan besar-besaran, para buruh di Gresik akan menggelar acara tasyakuran bersama di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Rabu (1/5) mendatang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik, Zainul Arifin, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini merupakan bentuk kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan kaum pekerja.

Baca Juga: Langkah Efisiensi Energi, Disnaker Gresik Dorong Perusahaan Terapkan WFH

Uniknya, para ketua serikat buruh di Gresik ditunjuk langsung menjadi panitia pelaksana kegiatan tersebut.

"Peringatan May Day di Kabupaten Gresik akan diadakan acara tasyakuran di Stadion Gejos. Acara ini dipanitiai langsung oleh para ketua serikat buruh dan akan dimeriahkan dengan berbagai doorprize menarik dari Bupati," ujar Zainul Arifin, Senin (27/4).

Zainul menambahkan, penunjukan serikat buruh sebagai panitia membuat para pekerja merasa lebih "dimanusiakan" oleh Pemkab Gresik. Hal ini juga menjadi jaminan bahwa peringatan Hari Buruh di wilayah Gresik akan berlangsung aman, kondusif, dan bebas dari pengaruh kelompok anarko.

Baca Juga: Viral Isu PHK di Gresik, Disnaker Pastikan Belum Ada Aduan Resmi

Terkait pergerakan massa, Zainul menyebut mayoritas buruh Gresik memilih tidak berangkat ke Surabaya pada tanggal 1 Mei. Hal ini dikarenakan adanya agenda besar yakni persiapan menghadiri peresmian Patung dan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, sebagian kecil elemen buruh tetap akan menyuarakan aspirasi di lapangan. Pengurus Basis Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Rofik, menyatakan pihaknya akan tetap mengirimkan perwakilan massa ke Surabaya untuk bergabung dengan mahasiswa di depan kantor DPRD Provinsi Jawa Timur.

"Kami menjamin kegiatan May Day di Gresik tetap kondusif. Kami juga sudah mengimbau anggota agar tidak terpengaruh aksi anarkis dan mencegah adanya penyusupan kelompok anarko dalam barisan," tegas Rofik.

Baca Juga: Hasil Penipuan SK ASN Palsu untuk Judi Online, Polres Gresik Ringkus Tersangka hingga Kalimantan

Dalam peringatan Hari Buruh tahun ini, KASBI membawa sejumlah tuntutan krusial bagi kesejahteraan pekerja. Di antaranya cabut omnibus law UU Cipta Kerja dan wujudkan UU Ketenagakerjaan yang pro-buruh, menghapus sistem kerja kontrak, outsourcing, dan skema kemitraan yang merugikan, serta menghentikan PHK massal dan jamin kepastian kerja bagi buruh.

Selain itu mewujudkan sistem upah layak nasional berbasis kebutuhan hidup layak (KHL), mensahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), dan menghentikan kriminalisasi serta represi terhadap gerakan buruh dan rakyat.

Dengan pembagian agenda antara tasyakuran di Gejos dan aksi penyampaian pendapat di Surabaya, diharapkan momentum May Day tahun ini tetap menjadi sarana perjuangan hak buruh sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Gresik. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#may day #hari buruh #gresik #marsinah #Tasyakuran