Cetak Pemimpin Berintegritas, Lia Istifhama Ajak Perempuan Muda Melek Politik

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 12 Maret 2026 | 09:38 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I  menggelar kunjungan daerah pemilihan (kundapil) bersama PC Himpunan Mahasiswa Islam Korps HMI-Wati (KOHATI). (IST/ RADAR GRESIK)
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I menggelar kunjungan daerah pemilihan (kundapil) bersama PC Himpunan Mahasiswa Islam Korps HMI-Wati (KOHATI). (IST/ RADAR GRESIK)

 RADAR GRESIK -– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I, mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam politik dan kepemimpinan publik saat menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat dalam kunjungan daerah pemilihan (kundapil) bersama PC Himpunan Mahasiswa Islam Korps HMI-Wati (KOHATI) Kota Malang, Sabtu (8/3).

Lia Istifhama menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik merupakan indikator penting bagi terciptanya demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.

“Partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan di parlemen sangat penting agar kebijakan publik dapat mencerminkan kepentingan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, kader KOHATI Malang menekankan pentingnya peningkatan literasi dan pendidikan politik bagi perempuan, khususnya mahasiswa dan kader organisasi perempuan.

Menurut mereka, pemahaman yang komprehensif mengenai sistem demokrasi, proses legislasi, serta peran lembaga perwakilan rakyat masih perlu terus diperkuat agar perempuan memiliki kesiapan untuk terlibat dalam ruang politik.

Baca Juga: Mobilitas Lebaran Tinggi, Senator Lia Istifhama Ajak Orang Tua Waspadai Penularan Campak

Selain itu, peserta juga menyoroti pentingnya kaderisasi kepemimpinan perempuan agar lebih banyak perempuan yang siap mengambil peran dalam kepemimpinan publik di masa depan.

Forum tersebut juga membahas implementasi kebijakan afirmasi keterwakilan perempuan dalam politik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang mengamanatkan minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik dan daftar calon legislatif.

Namun, realisasi keterwakilan perempuan di parlemen dinilai masih belum optimal. Pada periode 2019–2024 misalnya, keterwakilan perempuan di DPR RI berada di kisaran sekitar 20 persen.

Hal ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebijakan afirmasi dan realitas politik di lapangan.

Aktivis perempuan dalam forum tersebut juga menyampaikan bahwa perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dalam memasuki dunia politik, mulai dari budaya patriarki, keterbatasan akses terhadap sumber daya politik, hingga tingginya biaya dalam kontestasi pemilu.

Karena itu, diperlukan dukungan yang lebih kuat dalam bentuk pelatihan kepemimpinan, pendidikan politik, serta penguatan jejaring organisasi perempuan.

Baca Juga: Dukung Pembatasan Medsos Anak, Senator Lia Istifhama Ingatkan Pentingnya Peran Keluarga

 

Lia Istifhama menegaskan bahwa berbagai aspirasi yang disampaikan dalam dialog tersebut akan menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan fungsi representasi dan pengawasan di tingkat nasional.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara wakil daerah di parlemen dengan organisasi kepemudaan dan organisasi perempuan untuk memperluas ruang partisipasi perempuan dalam politik.

“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran politik perempuan sekaligus mendorong lahirnya generasi pemimpin perempuan yang berintegritas dan berkontribusi bagi bangsa,” katanya.

Melalui kegiatan penyerapan aspirasi ini, diharapkan semakin banyak perempuan muda yang memiliki pemahaman politik yang kuat serta keberanian untuk berperan aktif dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
aspirasi masyarakat politik Lia Istifhama PEREMPUAN DPD RI