RADAR GRESIK - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gresik terus memperkuat layanan inklusi melalui inovasi Pak Dalang Ke Pasar (Pelayanan Administrasi Kependudukan Datang Langsung Pada Masyarakat Rentan).
Pada Selasa (10/3), tim teknis Disdukcapil bergerak melakukan perekaman KTP-el langsung di rumah salah satu warga di Dusun Brakung, Desa Sumari, yang terindikasi mengalami gangguan mental.
Langkah jemput bola ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk menjangkau kelompok marginal yang memiliki keterbatasan mobilitas dan kendala psikis.
Dengan membawa peralatan perekaman biometrik mobile, petugas memastikan warga tersebut mendapatkan hak sipilnya tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor pelayanan yang berisiko memicu ketidakstabilan kondisi kesehatan mental yang bersangkutan.
Kehadiran tim Pak Dalang Ke Pasar mendapat sambutan positif dari pemerintah desa setempat. Kepala Dusun Brakung, Suyatno, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
Menurutnya, inovasi ini menjadi solusi bagi permasalahan administrasi yang selama ini sulit dipecahkan secara mandiri oleh warga dengan kondisi khusus.
Suyatno mencatat bahwa hingga saat ini sudah ada tiga warganya yang berhasil melakukan perekaman data melalui program kejar bola dari Disdukcapil Gresik ini. Ketiga warga tersebut merupakan masyarakat kategori rentan, yang terdiri dari penyandang gangguan mental serta individu berkebutuhan khusus.
"Kami merasa sangat terbantu. Tanpa adanya layanan datang langsung seperti ini, warga kami yang memiliki kebutuhan khusus dan gangguan mental akan sangat kesulitan mendapatkan KTP-el yang menjadi syarat utama akses layanan publik lainnya," ujar Suyatno.
Inovasi Pak Dalang Ke Pasar memang dirancang untuk menjawab tantangan aksesibilitas bagi masyarakat miskin kronis, lansia, disabilitas, hingga ODGJ.
Fokus utama program ini adalah memastikan seluruh warga negara, tanpa terkecuali, memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang aktif agar dapat mengakses layanan kesehatan, bantuan sosial, dan hak dasar lainnya.
Melalui integrasi dengan sistem POEDAK dan kolaborasi bersama petugas register desa, Disdukcapil Gresik berupaya menciptakan validitas data kependudukan yang akurat.
Pendekatan ini tidak hanya memangkas biaya transportasi dan waktu bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kehadiran pemerintah di tengah-tengah kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Berdasarkan data evaluasi, sepanjang tahun 2025, program jemput bola melalui inovasi Pak Dalang Ke Pasar telah berhasil menjangkau 102 penduduk penyandang disabilitas untuk melakukan perekaman data kependudukan langsung di tempat tinggal mereka.
Melalui. (rir/han)