Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tanggulangi Banjir Kali Lamong, Gus Yani Temui Bupati Lamongan

Hany Akasah • Kamis, 17 Februari 2022 | 02:53 WIB
MENUNGGU KEPASTIAN: Anak-anak di wilayah Gresik selatan bermain di area banjir Kali Lamong, beberapa waktu lalu. (Dok/Radar Gresik)
MENUNGGU KEPASTIAN: Anak-anak di wilayah Gresik selatan bermain di area banjir Kali Lamong, beberapa waktu lalu. (Dok/Radar Gresik)
GRESIK-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membahas normalisasi kali Lamong untuk penanggulangan banjir Bengawan Jero, atau anak Bengawan Solo yang melintas di dua wilayah setempat.

Yuhronur, usai pertemuan di Lamongan, Jawa Timur, Rabu mengatakan kerja sama yang dilakukan antarwilayah ini sangat dibutuhkan, karena antara Kabupaten Gresik-Lamongan serta Bojonegoro saling terintegrasi satu sama lain. “Kami perlu melakukan konsolidasi, menyinkronkan, menjadi sepemahaman dalam berbagai bidang, penanganan banjir misalnya, dalam penanganan saluran air, karena ini bukan persoalan lokal Lamongan saja," katanya.

 

Usai pertemuan keduanya, Yuhronur berjanji akan menindaklanjuti dengan penandatanganan MoU dan kajian oleh tim teknis, agar bisa segera memberi manfaat oleh masyarakat.

 

Sementara itu, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Lamongan Arif Bakhtiar mengatakan, selain membahas banjir Bengawan Jero, pertemuan keduanya juga menyepakati beberapa hal, seperti usulan peningkatan status Jalan Ruas Sukodadi-Banjarwati menjadi kewenangan provinsi, ekspor bersama produk unggulan, kerja sama di bidang perikanan serta penataan Weru-Campurejo.

 

"Ada beberapa hal yang disepakati dalam pertemuan kali ini, mulai dari normalisasi sungai untuk penanggulangan banjir Bengawan Jero, peningkatan status jalan Sukodadi-Banjarwati yang sebagian ruas ada wilayah Gresik, supporting pembangunan TPI di Weru-Campurejo, ekspor produk, salah satunya sorgum, juga kerja sama sharing program pemasaran bibit ikan bandeng dari Lamongan untuk kemudian dibudidayakan di Kampung Bandeng Gresik," katanya.

 

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mencatat delapan desa tergenang banjir akibat luapan Kali Lamong, yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo, setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Gresik Tarso Sagito mengatakan luapan Kali Lamong awalnya hanya menggenangi lima desa, namun meluas menjadi delapan desa yang tersebar di dua kecamatan.

Delapan desa itu meliputi Dapet, Wotan Sari, Banjar Agung, Sekarputih, Pucung, Lundo, Sedapurklagen, dan Desa Deliksumber

Tarso mengatakan ketinggian genangan air di masing-masing desa berbeda-beda dan mengakibatkan sejumlah akses jalan kampung terputus serta lahan persawahan dan tambak tidak bisa diakses. (ANTARA/HAN)

  Editor : Hany Akasah
#Normalisasi Kali Lamong #BUPATI GRESIK #KALI LAMONG #Bupati Lamongan #Yuhronur Efendi