Sasar Mustahik, Baznas Gresik Kembangkan Balai Ternak Kebomas Menuju Hilirisasi Usaha

RADAR GRESIK – Program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan domba binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik terus menunjukkan tren positif.
Salah satu proyek percontohan yang sukses berkembang adalah Kelompok Ternak Mekar Sari yang terletak di Kelurahan Serambi, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Tidak sekadar fokus pada budidaya tradisional, kelompok tani ini tengah mempersiapkan peta jalan hilirisasi usaha yang matang. Mulai dari penyediaan hewan kurban, layanan katering, pengolahan pupuk organik, produksi daging domba beku (frozen food), hingga rencana jangka panjang membuka warung sate domba khas.
Baca Juga: Rutan Gresik Gandeng MUI dan BAZNAS Perkuat Karakter Spiritual Warga Binaan
Pendamping Balai Ternak Baznas RI di Kabupaten Gresik, drh. Yudha Indrawan, mengungkapkan bahwa potensi pasar untuk hilirisasi komoditas ini masih sangat terbuka lebar.
“Kelompok Ternak Mekar Sari ini merupakan binaan dari Baznas. Ke depan, orientasinya bukan hanya menjual hewan ternak hidup, tetapi juga masuk ke ranah katering, pupuk organik, produk daging beku, hingga membuka warung sate domba,” kata drh. Yudha, Kamis (28/5).
Menurut Yudha, saat ini pasar kuliner di Gresik masih didominasi oleh sate kambing, sehingga sate domba menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Dari segi kualitas, domba-domba yang dipelihara di balai ternak ini telah memenuhi kualifikasi premium, baik untuk konsumsi maupun ibadah kurban, dengan usia minimal satu tahun dan bobot rata-rata berkisar 27 hingga 29 kilogram. Saat ini, total populasi domba di kandang kelompok tersebut telah mencapai 500 ekor.
Program pemberdayaan ini secara khusus menyasar masyarakat kurang mampu atau mustahik. Melalui sistem penggemukan ternak yang terukur, para anggota kelompok mampu mendongkrak pendapatan domestik mereka secara signifikan.
“Alhamdulillah, program ini berhasil menambah income warga. Dalam satu periode penggemukan yang memakan waktu tiga sampai empat bulan, para peternak bisa mendapatkan tambahan pendapatan bersih sekitar Rp500 ribu per bulan,” imbuh Yudha.
Ketua Baznas Kabupaten Gresik, Muhammad Mujib, menyampaikan bahwa kesuksesan pengelolaan ini tidak lepas dari dukungan penuh sinergi antara Baznas Kabupaten, Baznas Provinsi Jawa Timur, Baznas RI, serta Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik.



