Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tragis! Pelajar SMP Asal Surabaya Disekap dan Dilecehkan Anggota Gangster di Gresik

Yudhi Dwi Anggoro • Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:29 WIB
DITANGANI: Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik saat melakukan pemeriksaan awal terkait laporan penyekapan dan pelecehan seksual terhadap pelajar SMP asal Surabaya.
DITANGANI: Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik saat melakukan pemeriksaan awal terkait laporan penyekapan dan pelecehan seksual terhadap pelajar SMP asal Surabaya.

RADAR GRESIK – Kasus kekerasan seksual yang memilukan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Gresik.

Seorang siswi kelas 2 SMP asal Surabaya diduga menjadi korban penyekapan dan pelecehan seksual oleh seorang anggota kelompok gangster di sebuah rumah kosong di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Kasus ini baru terungkap setelah ayah korban, ECY (44), melaporkan kejadian biadab tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Berdasarkan keterangan ECY, peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu, 27 Februari tahun lalu. Namun, pihak keluarga baru mengetahui kebenarannya pada 15 Januari 2026 setelah dipanggil oleh pihak sekolah.

Awalnya, korban berpamitan untuk mengikuti acara bakar-bakar bersama teman-temannya. Namun, hingga larut malam korban tidak kunjung pulang dan tidak memberikan kabar meski sudah dihubungi berulang kali.

"Saya dan istri mencari sampai ke Waduk Unesa Lidah Wetan semalaman, tapi tidak ketemu. Anak saya baru pulang keesokan harinya pukul 08.00 WIB dan mengaku menginap di rumah teman. Kami awalnya percaya sampai pihak sekolah memanggil kami," ujar ECY saat memberikan keterangan, Sabtu (14/2).

Di hadapan orang tuanya, korban menceritakan bahwa ia awalnya diajak jalan-jalan oleh kakak kelasnya berinisial GBA. Namun, korban justru dibawa ke sebuah rumah kosong di kawasan Driyorejo. Di tempat tersebut, korban dipaksa masuk dengan ancaman tidak akan diantar pulang.

Korban mengaku melihat banyak senjata tajam (sajam) di dalam rumah kosong tersebut dan mengetahui bahwa pelaku merupakan anggota gangster.

"Anak saya diancam agar tidak bersuara saat saya meneleponnya malam itu. Di rumah kosong itu dia disekap dan diperkosa. Pelaku mengancam dengan foto-foto dirinya membawa sajam. Saya tidak terima dan langsung lapor polisi," tegas ECY dengan nada geram.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Hadiwoso, membenarkan adanya laporan dugaan penyekapan dan pelecehan tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Baca Juga: Jamin Stabilitas Harga Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Gelar Pangan Murah di Alun-Alun

"Benar, laporan sudah kami terima. Saat ini tim penyidik sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini," singkat Ipda Hendri.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat berpamitan keluar rumah di luar jam sekolah. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#gangster #surabaya #gresik #Driyorejo #SMP