Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gelar Pelantikan dan dan Rakerda, DMI Gresik Gerakkan Masjid Cegah Kenakalan Remaja dan Perceraian

Hany Akasah • Minggu, 11 Mei 2025 | 23:09 WIB
CEGAH KENAKALAN REMAJA: Dewan Masjid Indonesia (DMI) bakal menjadi motor penggerak pencegahan kenakalan remaja dan angka perceraian di Kabupaten Gresik.
CEGAH KENAKALAN REMAJA: Dewan Masjid Indonesia (DMI) bakal menjadi motor penggerak pencegahan kenakalan remaja dan angka perceraian di Kabupaten Gresik.

RADAR GRESIK - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik, Asluchul Alif, menekankan peran strategis Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam menggerakkan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual, tetapi juga sebagai motor penggerak pencegahan kenakalan remaja dan angka perceraian di Kabupaten Gresik.

Hal ini disampaikan Alif saat menghadiri pelantikan bersama dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus Daerah (PD) DMI, PD Korps Muballighah masa bhakti 2024 - 2029, PD Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) masa bhakti 2024 - 2027, Badan Koordinasi Majelis Ta'lim Masjid (BKMM) serta Lembaga Mualaf Center (eLMC) di Masjid Agung Gresik (MAG), Minggu (11/5/2025).

Alif menyampaikan di era yang terus berkembang, DMI harus siap berinovasi dalam tata kelola masjid. Inovasi ini bukan berarti mengubah ajaran agama Islam, melainkan bagaimana mengelola masjid secara lebih profesional, akuntabel, ramah bagi semua kalangan termasuk anak muda, terbuka untuk kegiatan positif, serta relevan dengan kebutuhan jamaah masa kini.

"Sebagai wadah strategis dalam membina dan memakmurkan masjid, DMI memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam aspek spiritual, sosial, dan pemberdayaan masyarakat," tuturnya.

Alif menyampaikan pentingnya peran aktif DMI dalam menangkal dan mencegah kenakalan remaja serta tingginya angka perceraian di Kabupaten Gresik. Menurutnya, hal ini dapat diwujudkan melalui penyelenggaraan kajian-kajian kekinian, pelatihan digital, hingga kegiatan sosial yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

"Penanganan kenakalan remaja dan angka perceraian perlu menjadi perhatian utama. Penyebab utamanya seringkali adalah pernikahan dini dan kurangnya pemahaman nilai-nilai agama dan moral," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DMI Gresik Zainal Abidin menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan nilai-nilai agama yang kuat sebagai upaya pencegahan. “DMI nantinya akan berkolaborasi dan berharap masjid bertransformasi menjadi ruang ekspresi yang islami, kreatif, dan produktif bagi anak muda, tanpa menghilangkan nilai-nilai ketaqwaan,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, terdapat 1.213 masjid yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gresik. Alif berharap ke depannya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembinaan akhlak, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemberdayaan ekonomi umat.

"Keberadaan DMI Kabupaten Gresik menjadi mitra yang sangat strategis dalam menciptakan masyarakat yang bertaqwa dan sejahtera," pungkas Alif. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Pelantikan #gresik #masjid agung #Motor #DMI #masjid