Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Update Nelayan Hilang, Pencarian Juragan Kapal Tenggelam di Perairan Bawean Gresik Masih Berlangsung

Yudhi Dwi Anggoro • Rabu, 29 Januari 2025 | 03:59 WIB
EVAKUASI: Anggota Satpolairud,  TNI, dibantu warga saat melakukan evakuasi salah satu ABK yang menjadi korban perahu tenggelam di perairan, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Gresik.
EVAKUASI: Anggota Satpolairud,  TNI, dibantu warga saat melakukan evakuasi salah satu ABK yang menjadi korban perahu tenggelam di perairan, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Gresik.

RADAR GRESIK - Pihak Satpolairud Polres Gresik masih melakukan pencarian korban kecelakaan laut (laka laut) yang melibatkan perahu nelayan yang tenggelam diterjang ombak besar di perairan Kecamatan Sangkapura, Bawean, Gresik.

Hingga Selasa (28/1), korban yang masih dalam pencarian adalah juragan kapal bernama Sukandi (63), asal Desa Deket Agung, Dusun Bangsal, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik. Sukandi belum ditemukan sejak kejadian tersebut.

Kanit Satpolair Bawean, Bripka Sodiq Susanto, mengungkapkan anggota Satpolairud Polres Gresik, TNI, dan masyarakat sekitar masih terus melakukan pencarian dengan menggunakan perahu.

"Pencarian dilakukan dengan menyisir bibir pantai dan memeriksa titik lokasi perahu tenggelam, namun hingga saat ini korban belum ditemukan," ujarnya, Selasa (28/1).

Kecelakaan laut tersebut terjadi di perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, pada Senin (27/1) dini hari. Sebuah perahu nelayan tenggelam setelah diterjang ombak besar dan angin kencang. Akibat kecelakaan ini, satu nelayan tewas, satu nelayan masih hilang, sementara dua nelayan lainnya selamat.

Identitas juragan kapal, Sukandi (63), yang merupakan warga Desa Deket Agung, Dusun Bangsal, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, belum ditemukan hingga berita ini ditulis.

Tiga anak buah kapal (ABK) lainnya adalah Sudariono (57), yang ditemukan meninggal dunia, dan dua ABK yang selamat: Nurul Mujahadah (57) dan seorang ABK lainnya. Kedua ABK yang selamat menjadi saksi kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula pada Senin (27/1) sekitar pukul 03.30 WIB. Sukandi bersama tiga ABK berangkat dari Dusun Bangsal, Desa Deket Agung, Kecamatan Sangkapura, untuk mencari ikan di laut.

Setelah mencapai titik pencarian ikan sekitar 3 mil dari daratan, Sukandi memerintahkan ABK untuk menebar jaring.

“Saat ABK hendak menarik jaring kedua, sekitar pukul 06.30 WIB, datang angin kencang dan ombak besar yang menyebabkan perahu kemasukan air dari samping. Karena kapal masih terikat dengan jaring, kapal terbalik dan tenggelam,” pungkasnya. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#perahu #Kapal #gresik #nelayan #satpolairud #juragan #polres #kecelakaan laut