Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bahaya Mengendali Hama dengan Cara Salah, Petani di Gresik Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus Sendiri

Yudhi Dwi Anggoro • Senin, 6 Januari 2025 | 03:06 WIB
EVAKUASI: Anggota Polsek Benjeng saat melakukan evakuasi korban dan di bawah ke rumah duka.
EVAKUASI: Anggota Polsek Benjeng saat melakukan evakuasi korban dan di bawah ke rumah duka.

RADAR GRESIK  - Jebakan tikus menggunakan aliran listrik kembali memakan korban. Kali ini, insiden tragis terjadi di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.

Seorang petani bernama Pandri, 69, warga Dusun Trate, Desa Punduttrate, tewas setelah tersengat jebakan tikus beraliran listrik di area persawahannya.

Informasi yang dihimpun, peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (4/1) sekitar pukul 15.15 WIB ketika korban sedang beraktivitas di sawah yang menjadi sumber penghasilan keluarganya.

Salah seorang saksi, Nurhadi, menyampaikan ia melihat korban dalam kondisi terlentang di pematang sawah dari jarak sekitar 15 meter. Menyadari kondisi tersebut, ia segera memanggil warga lain untuk membantu mengevakuasi korban.

Korban yang masih dalam kondisi lemah kemudian dilarikan ke Mantri Kesehatan setempat. Namun, karena kondisinya semakin kritis, pihak keluarga membawanya ke Klinik Ar-Rohmah di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan, dan ia dinyatakan meninggal dunia sekitar 10 menit setelah tiba di klinik.

Kapolsek Benjeng, AKP Alimin Tunggal, mengatakan saat ditemukan, korban dalam keadaan terlentang lemas, yang diperkirakan akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasang korban di area persawahan.

"Korban diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasangnya sendiri di sawah," ujarnya, Minggu (5/1).

Ditambahkan oleh Iptu Alimin, atas kejadian tersebut keluarga korban sudah menerima dengan ikhlas kondisi tersebut dan meminta agar tidak dilakukan otopsi, melainkan hanya pemeriksaan luar.

"Kami telah mendatangi TKP, memeriksa saksi-saksi, dan memastikan bahwa kejadian ini murni musibah. Pihak keluarga telah menerima dan menolak dilakukan otopsi," ungkapnya.

Penggunaan jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan menjadi tantangan serius di wilayah ini. Meski efektif untuk mengendalikan hama tikus, metode ini kerap membawa risiko besar, termasuk ancaman keselamatan jiwa.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para petani, untuk menggunakan metode pengendalian hama yang lebih aman demi mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#tikus #Warga #gresik #Benjeng #korban #sawah #Listrik #Petani #Jebakan