RADAR GRESIK - Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah minibus yang membawa rombongan guru SMA Negeri di Tulungagung terjadi di ruas Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), tepatnya di wilayah Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik pada Senin (7/10) kemarin.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan seorang guru bernama, Titis Eswindro ,42, warga Desa Karangrejo, Tulungagung, meninggal dunia di tempat. Sementara itu, 16 guru lainnya mengalami luka-luka.
Diketahui kendaraan yang terlibat kecelakaan yaitu kendaraan micro bus Nopol AG 7895 S yang dikemudikan oleh Maman ,69, asal Dusun Mekarsari, Tulungagung. Kondisi sopir terluka parah.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, IPDA Akmad Ari Aswoko menyampaikan kecelakaan diduga akibat rem blong.
"Akibatnya, sopir kehilangan kendali hingga menabrak pembatas jalan. Minibus kemudian terguling di kilometer 725 Tol Sumo," ujarnya.
Kini, para korban luka saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Petrokimia Gresik, sedangkan korban meninggal dunia dibawa ke RS Anwar Medika Sidoarjo.
"Rombongan guru diketahui berencana mendukung anak asuh mereka yang akan bertanding dalam ajang basket Surabaya jelasnya.
Sampai kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi dan telah mengevakuasi kendaraan serta seluruh penumpang dari lokasi kejadian.
Sementara korban yang terluka dan selamat yakni Fendiy Hermanto ,33, asal Dusun Cangkruk, Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Yoga Eka Setyawan ,25 asal Dusun Majan, Desa Mojoarum, Mohammad Imron Rosyadi ,49, asal Jalan Bromodalam, Desa Babadan Kabupaten Blitar, Muhammad Sholeh,45, asal Desa Boro Kecamatan Kedungwaru dan Nunik Mahbubiyah ,49, asal Desa Tunggulsari, Tulungagung.
Ada pula korban bernama Yudma Hermawati ,46, asal Desa Pakisrejo, Sri Rahayu ,55, asal Desa Sembung, Ukhti Sadiyah ,25, asal Desa Bendo,, Eva Oktavia ,41, Herduna Oktivianti ,37 asal Desa Ketanon, Anin Kristiani ,53, Desa Banaran, Meimona Ikawati ,32, asal Desa Moyoketen, Istiqomah ,46, asal Desa Ringin Pitu, Tutik Herlina ,49, asal Desa Kedungwaru, dan Lina Amaliya ,34, asal Desa Ngantru.
"Selain ada korban jiwa kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian materil Rp 20.000.000," pungkasnya.(yud/han)