RADAR GRESIK - Kecelakaan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Cerme.
Kali ini kecelakaan melibatkan seorang pengendara sepeda motor dengan dua truk di Jalan Raya Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik. Akibat kecelakaan tersebut pengendara motor harus dilarikan ke rumah sakit RSUD Ibnu Sina Gresik.
Diketahui kendaraan yang terlibat kecelakaan diantaranya sepeda motor Honda Vario Nopol S 5433 NBO yang dikendarai Erfin Handoyo ,25, asap Desa Bantengputih, Kecamatan, Karanggengeng, Kabupaten Lamongan.
Kemudian kendaraan truk tangki Hino Nopol B 9817 TFU yang dikemudikan Supriyanto ,48, asal Dusun Kecicang, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan dan kendaraan truk Mitsubishi Nopol W 8072 UB yang dikemudikan Sofii ,54, asal Desa Tutup, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Achmad Andri Aswoko mengatakan awal mula kecelakaan terjadi pada hari Senin (30/9 sekitar pukul 04.30 WIB saat kendaraan motor Honda Vario Nopol S 5433 NBO yang dikendarai Erfin Handoyo berjalan menyebrang dari arah timur ke barat dengan kecepatan pelan di Jalan Raya Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.
"Saat melintas di tempat kejadian pengendara sepeda motor Honda vario saat menyeberang tidak memprioritaskan kendaraan yang berjalan lurus dan posisi belum aman sehingga terbentur kendaraan trukk tangki Hino nopol B 9817 TFU yang dikemudikan Supriyanto, " ujarnya, Senin (30/9).
Aswoko menjelaskan truk tangki Hino yang saat itu berjalan lurus dari arah utara menuju keselatan dengan kecepatan sedang.
Kendaraan truk tangki Hino terbentur dari depan oleh kendaraan truk Mitsubishi Nopol W 8072 UB yang dikemudikan Sofii di belakangnya dengan kecepatan sedang dan terjadilah kecelakaan lalu lintas.
"Akibat dari kecelakaan tersebut Sofii sopir truk tangki mengalami luka pada kaki bagian kiri di bawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dimintakan VER luka," jelasnya.
Aswoko mengungkapkan faktor yang mempengaruhi kecelakaan saat pengendara Sepeda motor Honda Vario Nopol S 5433 NBO yang dikendarai Erfin Handoyo berjalan menyebrang tidak memprioritaskan kendaraan yang berjalan lurus dan posisi belum aman.
"Semua kendaraan yang terlibat kecelakan sudah diamankan untuk proses penyelidikan dan pihak kami juga masih melakukan pemeriksaan saksi - saksi. Selain korban luka kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian meteril Rp 10 juta," pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah