Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Alasan Preman Penuh Tato Asal Benjeng Gresik Tega Bacok Tetangganya

Hany Akasah • Rabu, 17 Januari 2024 | 00:08 WIB

 

DIAMANKAN: Azis alias Karet pelaku pembacokan saat diamankan di Mapolres Gresik.
DIAMANKAN: Azis alias Karet pelaku pembacokan saat diamankan di Mapolres Gresik.

 

RADAR GRESIK- Anggota Polsek Benjeng dibantu Jajaran Satreskrim Polres Gresik menangkap pelaku Azis alias Karet. Warga Desa Punduterate RT 8 RW 2, Kecamatan Benjeng itu diduga telah melakukan penganiayaan kepada korban Ahmad Sa’dan ,51, warga Desa Pundutterate RT 10 RW 2 Kecamatan Benjeng yang merupakan tetangganya sendiri di Desa Punduttrate, Kecamatan Benjeng.

Menurut informasi yang dihimpun pelaku yang diduga preman ini, melakukan pembacokan dengan sajam pedang kepada korban Ahmad Sa'dan saat ngopi di sebuah warkop.

Usai melakukan pembacokanpreman dengan tubuh penuh tato itu ditangkap sempat bersembunyi di plafon rumah kosong dan diketahui tempat persembunyian pelaku.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengatakan setelah menerima laporan tentang adanya penganiayaan. Petugas langsung melakukan penyelidikan kepada pelaku. Hingga akhirnyaa pelaku ditangkap sekitar pukul 16.00 WIB, Senin (15/1).

“Sekitar pukul 20. 00 WIB, Minggu (14/1) malam. Kami menerima laporan warga tentang adanya penganiayaan yang dilakukan pelaku. Saat ini pelaku pembacokan pedang sudah kami amankan,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, Selasa (16/1).

Saat diamankan, petugas mendapati pelaku berada di plafon rumah kosong.

“Setelah melakukan pembacokan, pelaku bersembunyi di plafon rumah kosong. Saat ditangkap pelaku tanpa perlawanan,” jelas Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.

Menurutnya, motif pembacokan pelaku mengaku tidak terima diberi bayaran uang receh pecahan Rp 2.000-an saat bekerja nunggu alat beratnya korban.

" Jadi setiap bulan pelaku ini dibayar untuk kerja sama menjaga alat berat milik korban dengan bayaran Rp 200 ribu, " ucap Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.

Padahal, biasanya pelaku diberi uang bayaran nominal pecahan Rp 100 ribuan.

"Akibat dikasih uang pecahan recehan Rp 2.000 tersebut pelaku tidak terima dan langsung membacok korban, " pungkas Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.(yud/han)

Editor : Hany Akasah
#preman #Benjeng #bacok