GRESIK-Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gresik memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian resort Gresik yang telah berhasil menangkap pelaku pencuri kabel PLN. Sebab, tindakan pencurian yang dilakukan tidak hanya menimbulkan kerugian bagi negara melainkan juga merugikan masyarakat.
Manajer PLN UP3 Gresik, Bustani Hadi Wijaya menyebut, tindakan pencurian kabel PLN menimbulkan dampak yang serius. Sebab, tindakan yang membuat listrik menjadi padam ini memicu kerugian ekonomi masyarakat yang cukup besar.
"Bayangkan padamnya listrik membuat pelanggan tidak bisa beraktivitas. Usaha home industri yang tidak punya sumber daya cadangan mau tidak mau harus menunggu listrik nyala baru bisa bekerja kembali," ujarnya.
Disebutkan hingga Juni saja, PLN UP3 Gresik mencatat ada sedikitnya 34 gardu trafo tiang (GTT) yang mengalami kerusakan teknis akibat kabelnya dicuri. Untuk itu, Bustani mengaku pihakny berterima kasih kepada Polres Gresik karena berhasil menangani kasus pencurian kabel di wilayah Gresik dan sekitarnya.
"Kami berharap dengan adanya penangkapan pencuri kabel listrik ini bisa memberikan edukasi kepada Masyarakat untuk lebih aware terhadap tindak pidana ini," imbuhnya.
Pihaknya juga akan terus melakukan langkah antisipasi sekaligus pengamanan jaringan kabel di area layanan. Salah satunya dengan meningkatkan kerjasama dengan aparat keamanan sekaligus intens melakukan patroli jaringan.
"Kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati tentang bahaya listrik pada aktivitas pembangunan, jarak aman terhadap jaringan kelistrikan PLN adalah 3 meter. Selain itu masyarakat agar tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik PLN, serta rutin mengecek instalasi listrik di rumah pelanggan," pungkasnya.
Baca Juga: PLN UP3 Gresik Terjunkan 185 Personel Jaga Keandalan Listrik Selama Momen Idul Adha 1444
Sebelumnya, empat pelaku komplotan maling kabel PLN diringkus di Polres Gresik. Polisi terpaksa menembak kaki dua pelaku setelah mencoba kabur saat dilakukan penangkapan. Adapun empat pelaku berinisial ES (39) warga Cilegon, MH (30) warga Cilegon, HL (31) wargA Serang dan UY (31) warga Menganti, Gresik ini diamankan Selasa (4/7) lalu. Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini selalu menggunakan mobil Xpander silver dan mengaku sebagai petugas PLN.
"Modusnya itu mengaku sebagai petugas PLN kemudian mematikan aliran listrik di gardu PLN. Saat listrik padam, para pelaku memotong kabel dan memasukkan ke dalam mobil," kata Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan.
Dia menambahkan sejak Mei 2023, para pelaku sudah beraksi tiga kali di wilayah Kota Santri. Aksinya yang pertama pelaku berhasil mencuri kabel trafo di gardu yang terletak di Desa Prambangan.
"Yang kedua dan ketiga, para pelaku mencuri kabel trafo di gardu yang sama di Jalan Mayjend Sungkono gang 12, Gresik," tambah Aldhino.
Aldhino menjelaskan pencurian di Portal Gardu PLN Jalan Mayjend Sungkono dilakukan pelaku sebanyak dua kali dengan waktu yang berbeda. Di gardu tersebut, pelaku melakukan pencurian pertama sekitar pukul 07.31 WIB.
"Setelah dicuri itu, petugas PLN memperbaiki dan mengganti kabel yang hilang. Tapi tak lama kemudian pelaku kembali mencuri kabel trafo itu lagi," pungkasnya. (fir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik