Informasi yang dihimpun aksi warga saat menutup rumah kos berlantai dua tersebut didampingi Bhabinsa, Anggota Polsek Kebomas dan Kepala Desa Khambali saat penertiban kepada pemilik atau pengelola kos tersebut.
Warga juga memasang spanduk bener bertuliskan kos - Kosan ini ditutup karena dijadikan ajang prostitusi. Bener ditulis dengan tanda tangan Warga RT 009 RW 007, Desa Randuagung.
Baca Juga : Mucikari Samaleak Digaruk Polres Gresik
Saat dikonfirmsi terkait adanya penutupan rumah kos yang diduga dijadikan tempat mesum, Ketua RT 09 RW 07 Desa Randuagung Mujib,47, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kejadiannya Rabu (22/3) sekitar pukul 15.30 WIB. Aksi penutupan rumah kos tersebut karena warga sudah geram terhadap pemilik maupun pengelola rumah kos tersebut.
"Sebelum melakukan aksi tersebut, kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke pihak Polsek, Koramil dan Pemerintah Desa Randuagung hari Selasa (21/3). Aksi warga ini dikarenakan warga merasa geram rumah kos di wilayah desa kami diduga jadi tempat prostitusi terselubung, " ujarnya, Kamis (23/3).
Menurutnya, rumah kos tersebut sudah dibuka sekitar empat tahunan. Warga juga sudah tiga kali melakukan pengrebekan di rumah kos tersebut dan didapati beberapa pasangan laki-laki dan perempuan tanpa hubungan pernikahan. Bahkan, mayoritas tidak memiliki surat nikah.
Salah satu pelaku mengaku ke Mujib jika di tempat tersebut sebatas sewa tempat kamar secara harian. "Harga kamarnya sekitar Rp 150 ribu dan Rp 200 ribu. Biasanya masuk sekitar pukul 19.00 WIB keluar besok paginya pukul 07.00 WIB, " jelasnya.
Baca Juga : Mucikari Samaleak Digaruk Polres Gresik
Pihaknya sudah memeriksa enam pasangan muda-mudi yang tidak bisa menunjukan buku nikahnya dan belum menikah. Bahkan, penyewa kamar kos masih berstatus pelajar SMA. Beberapa yang sudah digrebek juga pernah dipenggil orang tuanya untuk datang menjemputnya. Pemuda-pemudi tersebut terkena aturan RT yakni membelikan material untuk menguruk jalan kampung. Pengelola kos berinisial HI, 22, warga Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Bawean mengaku kos tersebut milik saudaranya orang Bawean. "Jumat besok (24/3) semua pihak dikumpulkan di Balai Desa Randuagung, " pungkasnya.(yud/han) Editor : Hany Akasah