Puluhan petugas mendatangi bangunan yang sehari-hari digunakan sebagai lokasi usaha pujasera pada pukul 19.00 WIB. Tidak kurang 30 personel terlibat dalam upaya pemberantasan penyakit masyarakat ini.
Kanit Reskrim Polsek Manyar, Ipda Joko Supriyanto mengatakan, razia ini dilakukan setelah sebelumnya para warga Gresik melaporkan dugaan tindak pidana asusila di area Pujasera Jalan Jawa GKB.
"Begitu mendapatkan kabar tersebut malam harinya kami langsung bergerak ke TKP," ujarnya.
Dikatakan, setibanya di lokasi petugas langsung berpencar. Sebagian petugas ada yang berjaga diarea bawa dan sebagian ke lantai dua bangunan. Benar saja, rupanya di area lantai dua terdapat beberapa bilik kamar yang kosong. Diduga deretan kamar inilah yang selama ini dijadikan tempat asusila. Namun sayang diduga razia aparat gabungan ini bocor sehingga petugas tidak mendapati satupun orang di dalam bangunan.
"Kami sudah melakukan penggerebekan dua kali namun lagi-lagi (kamar) kosong," tandasnya.
Meski belum berhasil menangkap pasangan mesum, aparat kepolisian berjanji akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi yang diduga menjadi area kos bebas itu.
Sebelumnya, salah seorang warga Syaiful memberikan informasi adanya dugaan tindak asusila Pujasera di Jalan Jawa GKB. Dalam pengakuannya dia mengaku melihat sejumlah perempuan seksi "mangkal" diarea bagian bawa Pujasera tersebut. "Dapat info dari tema disertai bukti bahwa disalah satu warung di GKB terdapat kos bebas yang disewakan perjam untuk aplikasi Michat. Sangat disayangkan pemilik kos katanya sudah izin ke pihak terkait. Mohon pihak berwenang bisa membersihkan dari kota Gresik berhias iman," kata Syaiful. (fir/han) Editor : Hany Akasah