Kapolsek Cerme AKP Nur Amin mengatakan, modus yang digunakan mereka turun ke bawah jembatan kemudian merusak pipa pembungkus kabel optik dengan menggunakan mesin las. Selanjutkan, memotong kabel serat optik. Namun, aksi komplotan ini dipergoki warga sebelumnya akhirnya dibawa ke Polsek Cerme. "Laporan pencurian kabel optik itu berasal dari penjaga tambak. Saat itu, kami sedang melakukan patroli pengamanan tahapan pilkada. Lalu mendapat informasi ada pencurian. Selanjutnya semua pelaku kami amankan," ujar Nur, Minggu (13/12). Berdasarkan dari informasi dari saksi mata, sebelum menjalankan aksinya dilakukan pemotongan kabel tembaga milik Telkom Gresik, di kolong jembatan Desa Iker Iker Geger Kecamatan Cerme. Curiga dengan aktifitas tersebut. Saksi lalu melaporkan kejadian ini kepada petugas. Saat dilakukan penangkapan keempat pelaku melarikan diri ke arah timur. Pelaku ditangkat di di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Benowo, Surabaya.
Sementara salah satu pelaku Abdul Karim mengaku dirinya baru pertama kali bersama tiga rekannya mencuri kabel optik milik PT Telkom. "Baru pertama kali mas, hasil dari mencuri ini rencananya dibagi rata tapi keburu ditangkap polisi," akunya. Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya kabel fiber dengan panjang sekitar 15 Meter, satu set alat las, satu buah linggis, satu buah gergaji, tang, satu buah kunci inggris, satu unit mobil Mitsubishi Station Wagon N 1578 NB. Kini, keempat pelaku mendekam di penjara setelah menjalani pemeriksaan. Keempat pelaku itu juga dijerat pasal 363 KHUP.(yud/han) Editor : Hany Akasah