RADAR GRESIK – Kecelakaan kerja maut yang merenggut nyawa terjadi di kawasan industri Driyorejo. Seorang pekerja CV Asindo Stone dilaporkan meninggal dunia secara tragis setelah tertimpa tumpukan lempengan marmer di kompleks Pergudangan Casa Sumput Blok D3, Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jumat (17/7) sore.
Korban diketahui bernama Suryadi (41), seorang warga Dusun Pendem, Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.
Perwira Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, Sulyono, memaparkan bahwa insiden mematikan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat itu, korban bersama sejumlah rekan kerjanya tengah melakukan proses pengangkutan material marmer berukuran besar menggunakan fasilitas alat berat crane.
Berdasarkan kronologi resmi dari pihak Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) CV Asindo Stone, petaka bermula saat korban bertugas mengikatkan tali sling pada lempengan marmer. Posisi korban kala itu berdiri di atas tumpukan material yang bersiap untuk diangkat.
"Namun secara mendadak, piringan crane yang digunakan untuk mengangkat beban marmer tersebut pecah di udara. Akibatnya, lempengan marmer langsung ambrol ke bawah, membuat korban ikut terjatuh bebas dan seketika tertimpa runtuhan pecahan marmer seberat ratusan kilogram. Korban dinyatakan meninggal dunia langsung di lokasi kejadian perkara (TKP)," ungkap Sulyono, Jumat (17/7).
Pihak Damkarla Pos Driyorejo menerima laporan kedaruratan ini pukul 15.33 WIB. Satu tim rescue berkekuatan enam personel menggunakan armada mobil penyelamat Panther langsung diterjunkan dan tiba di lokasi dalam waktu 15 menit.
Proses evakuasi jasad korban berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu hampir satu jam. Konstruksi puing lempengan marmer yang berat ditambah kabel baja crane yang menjepit tubuh korban memaksa petugas melakukan evakuasi secara manual dan ekstra hati-hati.
"Jasad korban akhirnya berhasil diangkat dari himpitan material pada pukul 16.53 WIB. Jenazah langsung dievakuasi menuju RSUD Ibnu Sina Gresik untuk keperluan autopsi," tambahnya.
Baca Juga: Jemput Bola, Polres Gresik Buka Layanan SKCK Online Langsung di Arena Job Fair 2026
Operasi penyelamatan di gudang CV Asindo Stone ini turut melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari jajaran Polsek Driyorejo, tim medis RS Petrokimia Gresik, Klinik Al Mubaroq, unit ambulans HSMS, serta dibantu internal karyawan perusahaan.
Petugas gabungan langsung mengamankan TKP dan menghimpun keterangan saksi mata guna penyelidikan lebih mendalam.
Saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut penanganan hukum atas insiden fatal ini, Kapolsek Driyorejo, Kompol Gatot Setyo Budi, menegaskan bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke tingkat polres.
"Untuk penanganannya saat ini langsung ditangani oleh Satreskrim Polres Gresik," terang Kompol Gatot secara singkat.
Berdasarkan data berkala yang dirilis Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, tingginya intensitas kecelakaan dan kedaruratan di wilayah Gresik cukup signifikan.
Terhitung hingga pertengahan bulan Juli 2026 ini saja, otoritas Damkarla mencatat telah menangani sedikitnya 31 kejadian kebakaran serta 66 operasi penyelamatan (rescue). (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik