RADAR GRESIK – Kecelakaan lalu lintas tragis yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di jalur tengkorak Gresik. Peristiwa maut ini berlangsung di Jalan Raya Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, tepat di depan kantor ekspedisi JNT pada Jumat (17/7) sekitar pukul 09.00 WIB.
Seorang pengendara sepeda motor Honda Vario dilaporkan meninggal dunia secara tragis di lokasi kejadian perkara (TKP) setelah terjatuh dan terlindas ban belakang truk box.
Baca Juga: Modernisasi Pertanian, Gus Yani Serahkan Bantuan Alsintan dan Paket Irigasi untuk Dongkrak Produksi
Identitas korban diketahui bernama Ach Jamaluddin (40), seorang warga Wonokusumo Lor, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Saat insiden terjadi, korban tengah memacu sepeda motor Honda Vario miliknya yang bernomor polisi L 4367 AAY.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Gatot Setyo Budi, memaparkan kronologi petaka tersebut. Kecelakaan bermula ketika sebuah truk box bernopol dinas yang dikemudikan oleh Agus Joko Pamuji (42), warga Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, tengah melaju dari arah timur menuju ke barat.
Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi truk box berinisiatif mengurangi kecepatan hingga menghentikan kendaraannya demi memberikan prioritas jalan kepada seorang satpam JNT yang sedang menyeberangkan karyawan.
"Namun pada saat yang bersamaan, korban yang melaju searah dari arah belakang secara mendadak berusaha mendahului truk box tersebut melalui sisi sebelah kiri," ujar Kompol Gatot Setyo Budi, Jumat (17/7).
Nahas, akibat kontur bahu jalan yang sempit, korban diduga tidak mampu mengendalikan laju sepeda motornya secara penuh hingga ban motornya terpeleset. Tubuh korban seketika terlempar ke kolong truk dan langsung terlindas oleh roda belakang sebelah kiri truk yang mulai bergerak.
"Akibat fatalitas benturan tersebut, Ach Jamaluddin meninggal dunia di tempat. Petugas segera mengevakuasi jenazah korban dan melarikannya ke Rumah Sakit Anwar Medika, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo untuk penanganan lebih lanjut," jelas mantan Kapolsek Menganti tersebut.
Kompol Gatot menambahkan, jajaran personel Polsek Driyorejo dibantu tim Satlantas Polres Gresik langsung turun ke lokasi untuk menggelar olah TKP, mengamankan unit kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti, serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi.
"Dari hasil penyelidikan awal di lapangan, faktor utama penyebab kecelakaan diduga kuat karena kurangnya kehati-hatian pengendara motor saat memaksakan mendahului kendaraan besar dari sisi kiri di ruang yang sempit, sehingga kehilangan kendali," pungkasnya.
Mererespons kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau keras kepada seluruh pengguna jalan agar tidak membudayakan aksi menyalip dari sebelah kiri, terlebih di ruas jalan yang padat dan sempit demi menekan angka kecelakaan fatal di jalan raya. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik