RADAR GRESIK – SMAN 1 Kebomas mengambil langkah progresif demi menyempurnakan aspek fiqih ibadah di lingkungan sekolah. Mereka menggandeng Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Gresik untuk melakukan kalibrasi ulang arah kiblat dan penataan shaf di Masjid Al Akbar sekolah setempat, Kamis (16/7) sore.
Proses verifikasi ini sengaja memanfaatkan momentum astronomis langka yang dikenal sebagai Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam. Fenomena ini merupakan metode penentuan arah kiblat menggunakan bayangan benda saat posisi matahari berada tepat di atas Ka'bah, yang terjadi secara reguler setiap tanggal 15 dan 16 Juli. Pada pengujian kali ini, akurasi data mencapai titik puncaknya tepat pukul 16.27 WIB.
Baca Juga: Atasi Kemacetan, Gus Yani Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Jadi Empat Lajur
Agenda penting ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Kepala SMAN 1 Kebomas, Komari Bin Jainuri, bersama jajaran Ketua Komite sekolah serta para dewan guru.
Proses kalibrasi di lapangan dipimpin langsung oleh Ketua LFNU Kabupaten Gresik, Muchyiddin Hasan. Tim falakiyah menggunakan metode praktis dengan sebilah tongkat yang dipasang tegak lurus berbantuan tali beban.
Bayangan matahari yang dihasilkan kemudian diukur cermat menggunakan penggaris busur, lalu ditandai dengan lakban dan spidol guna menarik sudut 90 derajat sebagai acuan garis shaf yang baru.
Baca Juga: Tekan Angka Curanmor dan Laka Lantas, Polsek Gresik Kota Masifkan Pemasangan Spanduk Imbauan
Berdasarkan hasil pengukuran ilmiah dan astronomis tersebut, tim menemukan adanya pergeseran minor pada orientasi bangunan Masjid Al Akbar.
"Pergeserannya tergolong tipis, sekitar 0,5 derajat, sehingga bisa dikatakan sudah mendekati benar. Hanya saja, penataan garis shafnya yang selama ini kurang tepat. Hasil dari kalibrasi hari ini akan langsung menjadi acuan dasar untuk menentukan dan menata ulang shaf-shaf di belakangnya," terang Muchyiddin Hasan.
Secara historis, Masjid Al Akbar SMAN 1 Kebomas awalnya dibangun pada tahun 2007 dengan konsep menyerupai pendopo joglo untuk ruang pertemuan. Bangunan tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi sarana ibadah dan diperluas pada tahun 2012.
Baca Juga: Hotel Santika Gresik Hadirkan Mongolian Barbeque Buffet Dinner, Tamu Bisa Racik Menu Sendiri
Karena penyesuaian fungsi itulah, orientasi awal bangunan masjid awalnya memang dibuat searah dan mengikuti tata letak koridor gedung sekolah yang sudah ada.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Kebomas, Bagus Sasmito, menjelaskan bahwa pihak sekolah sengaja berkirim surat resmi ke LFNU karena komitmen besar sekolah untuk menyempurnakan syarat sah ibadah. Langkah pengujian ulang ini juga didasari oleh kekhawatiran ilmiah adanya pergeseran lempeng bumi yang berpotensi mengubah akurasi arah kiblat dari hasil pengukuran bertahun-tahun silam.
"Besok pagi akan langsung kami tata ulang seluruh garis shaf di dalam masjid. Kami tidak sekadar mencari keakurasian bangunan, tetapi ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk menyesuaikan dengan ketentuan fiqih ibadah yang menganjurkan shalat tepat menghadap kiblat," tegas Bagus.
Baca Juga: Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Koramil Gresik Gembleng Siswa Baru SMK SIG Lewat Pelatihan PBB
Keberadaan Masjid Al Akbar sendiri memiliki peran yang sangat vital bagi pembentukan karakter dan spiritualitas para siswa di SMAN 1 Kebomas.
Selain rutin digunakan untuk shalat fardhu dan shalat Jumat berjamaah, masjid ini aktif dipakai memfasilitasi shalat Dhuha berjamaah yang diikuti oleh enam kelas paralel setiap harinya dengan sistem imam bergilir.
Di samping itu, masjid sekolah ini menjadi pusat kegiatan program bulanan "Jumat Religi" yang diintegrasikan dengan program Jumat Sehat dan Jumat Bersih. Khusus pada agenda Jumat Religi, aktivitas siswa diisi dengan penyampaian kultum oleh guru agama, doa bersama, serta penyampaian informasi perkembangan sekolah. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik