Manyar – Pemadaman listrik yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Gresik pada Jumat malam (22/5) berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Sejumlah pusat perbelanjaan mengalami gangguan operasional, sementara ratusan pengunjung terpaksa membatalkan agenda rekreasi dan berbelanja lebih awal.
Di salah satu pusat perbelanjaan di Gresik, antrean panjang terlihat di depan loket bioskop setelah sejumlah jadwal penayangan film dibatalkan akibat padamnya pasokan listrik. Pengelola bioskop membuka layanan pengembalian dana (refund) tiket untuk mengakomodasi penonton yang gagal menyaksikan film hingga selesai.
Elvira, 19, salah satu penonton, mengaku film yang ditontonnya baru berjalan sekitar 15 menit ketika layar tiba-tiba mati.
"Awalnya kami mengira hanya gangguan pada layar bioskop. Tidak lama kemudian petugas mengumumkan bahwa operasional bioskop tidak bisa dilanjutkan karena listrik padam," ujarnya.
Meski kecewa, Elvira memahami kondisi yang terjadi karena merupakan kendala teknis di luar kendali pengelola.
"Sebenarnya kecewa, namun mau bagaimana lagi, ini kendala teknis," katanya.
Ia mengapresiasi respons cepat pihak bioskop yang langsung membuka layanan refund sehingga penonton tetap mendapatkan pengembalian dana.
"Untungnya tiket masih saya simpan sehingga bisa diganti uang," ungkapnya.
Tidak hanya bioskop, sejumlah tenant dan area publik di dalam pusat perbelanjaan juga terdampak. Emi, 27, warga Perumahan PPS, mengaku harus mengakhiri aktivitasnya lebih cepat saat sedang makan bersama keluarga.
"Tadi pas enak-enak makan tiba-tiba mati lampu. Alhamdulillah karena keluar secara bersamaan seluruh gate dibuka sehingga tidak terjadi penumpukan," ujarnya.
Menurut Emi, pengelola pusat perbelanjaan bergerak cepat dengan memberikan penerangan darurat dan mengarahkan pengunjung keluar secara tertib sehingga tidak terjadi kepanikan.
Salah seorang petugas keamanan menjelaskan bahwa generator cadangan sebenarnya langsung aktif sesaat setelah pasokan listrik utama terputus. Namun, tingginya kebutuhan daya saat kondisi mal ramai menyebabkan sistem beberapa kali kembali mengalami gangguan.
"Sudah dicoba tiga kali padam lagi, jadi mungkin kami memilih menghentikan operasional satu jam lebih awal demi keamanan dan kenyamanan," katanya.
Sementara itu, berdasarkan informasi internal PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur yang beredar melalui layanan pesan singkat, gangguan dipicu oleh masalah pada sistem pembangkit di Pembangkit Listrik Tanjung Awar-Awar Unit 2 serta Inter Bus Transformer (IBT) Ngimbang 1 dan 2.
Gangguan tersebut berdampak pada sejumlah wilayah layanan PLN, meliputi UP3 Bojonegoro, UP3 Gresik, dan UP3 Mojokerto. Sejumlah gardu induk turut terdampak, di antaranya GI Babat, Paciran, Bojonegoro, Lamongan, Mliwang, Ngimbang, Tuban, Petrokimia, Segoromadu, Cerme, Jatigedong, hingga Tanjung Awar-Awar.
PLN menyatakan telah melakukan langkah penanganan dengan melokalisasi penyulang yang terganggu, memastikan kesiapan sistem kopel, serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan guna menjamin keamanan proses manuver dan pemulihan sistem kelistrikan.
Hingga berita ini ditulis, proses normalisasi pasokan listrik di sejumlah wilayah terdampak masih terus berlangsung. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat, pusat perbelanjaan, hingga layanan hiburan terganggu selama beberapa jam pada malam akhir pekan. (fir)
Editor : Cak Fir