RADAR GRESIK – Liburan keluarga berujung duka mendalam. Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang Wisata Jati Sewu yang berlokasi di Dusun Bongso Wetan, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Senin (18/5).
Identitas korban diketahui berinisial RPR (6), seorang bocah asal Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ketika korban tengah menikmati masa liburan di lokasi wisata bersama dengan pihak keluarganya.
Baca Juga: Coba Melawan Petugas, Kaki Residivis Curanmor Asal Surabaya Ditembak Tim Macan Giri Polres Gresik
Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, membenarkan adanya insiden maut yang menimpa anak-anak tersebut.
Kendati demikian, pihak kepolisian baru menerima laporan resmi dari masyarakat sekitar pukul 13.02 WIB dan langsung bergerak cepat menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah TKP.
“Saat petugas kami datang ke lokasi wisata, posisi korban sudah tidak berada di tempat kejadian perkara karena telah dievakuasi terlebih dahulu oleh pihak keluarga ke Rumah Sakit Bakti Dharma Husada (BDH) Surabaya,” ujar AKP Arif Rahman, Senin (18/5).
Baca Juga: Batang Keropos, Pohon Beringin di Wringinanom Gresik Tumbang Timpa Mobil Sekeluarga Asal Sidoarjo
Dari hasil pendalaman informasi yang dilakukan aparat kepolisian, baik dari rekam medis di rumah sakit maupun pemeriksaan saksi-saksi di area wisata, korban dipastikan fatal tenggelam di dalam kolam renang dewasa.
Berdasarkan data teknis dan keterangan yang disodorkan oleh pihak pengelola wisata kepada penyidik, kolam renang tempat korban ditemukan mengapung tersebut memiliki ukuran bentang sekitar 8 x 20 meter, dengan tingkat kedalaman air yang cukup membahayakan anak-anak, yakni kurang lebih 150 sentimeter (1,5 meter).
Guna mengungkap tabir di balik tragedi memilukan ini, Polsek Menganti bersama jajaran Satreskrim Polres gresik tengah melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian.
Selain mencari tahu pemicu utama korban bisa lepas dari pantauan hingga terperosok ke kolam dalam, aparat penegak hukum juga fokus mendalami prosedur standar operasi (SOP), kelayakan izin, hingga sistem pengawasan serta penjagaan (lifeguard) di area kolam renang wisata tersebut.
"Hingga saat ini kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui penyebab pasti bagaimana korban bisa tenggelam di kolam renang tersebut," pungkas AKP Arif Rahman. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik