RADAR GRESIK — Insiden kecelakaan laut terjadi di perairan depan Pelabuhan Umum Gresik pada Sabtu (2/5) malam, melibatkan sebuah perahu yang mengangkut lima orang Anak Buah Kapal (ABK).
Perahu tersebut dilaporkan tenggelam saat dalam perjalanan kembali menuju Gresik, mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dua orang selamat, dan dua lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian intensif.
Kasatpolairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardita, menjelaskan bahwa perahu tersebut awalnya berangkat dari wilayah Lumpur, Gresik, sekitar pukul 15.00 WIB menuju Kamal, Madura, untuk membeli besi tua.
Baca Juga: Lelaki Kepuh Legundi Hilang di Dermaga Bawean Gresik, Diduga Tercebur Saat Memancing
Saat perjalanan pulang sekitar pukul 19.00 WIB dengan muatan kurang lebih 3 ton besi tua, perahu mengalami kendala teknis saat melintasi perairan di depan pelabuhan.
Diduga kuat, perahu mulai kemasukan air akibat hantaman gelombang dari kapal lain yang melintas di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB. Kondisi tersebut memicu kepanikan di antara para awak kapal sebelum akhirnya perahu miring dan tenggelam sepenuhnya.
“Perahu kemasukan air, kemudian miring. ABK panik dan akhirnya perahu tenggelam,” ujar AKP I Nyoman Ardita pada Minggu (3/5).
Baca Juga: Menyalakan Harapan dari Balik Jeruji: Damar Kurung Jadi Jalan Warga Binaan Rutan Gresik Jaga Budaya
Dalam upaya penyelamatan, dua ABK berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh kapal TB Wales dan KM Kutai Raya yang kebetulan sedang melintas.
Namun, satu korban berinisial S (42), warga Asemrowo, Surabaya, ditemukan telah meninggal dunia oleh tim SAR Satpolairud Polres Gresik. Jenazah korban langsung dilarikan ke RSUD Ibnu Sina untuk menjalani pemeriksaan medis.
“Korban meninggal dunia telah dievakuasi oleh tim SAR Satpolairud Polres Gresik dan dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkap AKP Nyoman Ardita.
Baca Juga: Ubah Hobi Jadi Ekonomi, Komunitas Sorag Ajak Perempuan Gresik Mahir Merajut
Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud, Basarnas, BPBD, Ditpolairud, KPLP, Kamladu, serta dibantu masyarakat setempat masih menyisir area perairan untuk mencari dua korban lainnya, yakni H. A (60) dan H (32). Proses pencarian ini direncanakan akan terus dilakukan secara maksimal hingga tujuh hari ke depan.
“Kami akan terus melakukan pencarian secara intensif dan maksimal hingga korban ditemukan,” tegasnya menutup keterangan resmi terkait insiden tersebut. (yud/han)
Editor : Hany Akasah