RADAR GRESIK – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Gresik bergerak taktis merespons laporan warga terkait kondisi jalan yang membahayakan di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Minggu (12/4) sore.
Ceceran tanah proyek sepanjang ratusan meter yang menyelimuti badan jalan langsung dibersihkan guna mencegah kecelakaan lalu lintas.
Peristiwa tersebut dilaporkan oleh warga melalui layanan Command Center 112 pada pukul 17.23 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, personel dari Pos Damkar Menganti segera dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pembersihan.
Baca Juga: Mobil Warga Terjebak Portal di GKB, Damkarla Gresik Turun Tangan Lakukan Evakuasi
Perwira Piket Damkar Gresik, M. Nurul Haqqi, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sepanjang 350 meter tersebut teridentifikasi sangat licin akibat aktivitas kendaraan pengangkut tanah proyek yang melintas di kawasan tersebut.
“Warga khawatir kondisi jalan yang licin bisa membahayakan pengendara, terutama saat dilalui sepeda motor. Tim segera melakukan penilaian dan langsung melakukan penyemprotan secara menyeluruh,” ujar M. Nurul Haqqi, Senin (13/4).
Dalam aksi pembersihan ini, Pos Damkar Menganti menerjunkan satu unit mobil semprot dan satu unit water supply dengan dukungan empat personel. Proses evakuasi material tanah yang menempel di aspal berlangsung cukup intensif hingga dinyatakan tuntas dan aman dilalui kendaraan pada pukul 19.42 WIB.
Baca Juga: Sembunyi di Celah Tembok Rumah Warga, Ular Piton Berhasil Dievakuasi Tim Damkarla Gresik
Kejadian ini menambah panjang daftar aksi penyelamatan yang dilakukan oleh Damkarmat Gresik.
Hingga pertengahan April 2026, tercatat sudah ada 39 kejadian penyelamatan (rescue) dan enam kejadian kebakaran yang berhasil ditangani.
Pihak Damkar juga mengapresiasi kecepatan warga dalam melapor dan kembali mengimbau agar masyarakat tidak ragu menghubungi petugas jika menemukan potensi bahaya di ruang publik.
"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kondisi darurat atau potensi bahaya di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan risiko lebih besar," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah