RADAR GRESIK – Suasana suka cita Hari Raya Idulfitri di Dusun Panggang, Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, Gresik, berubah menjadi duka mendalam.
Seorang balita berinisial BEA (4) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah empang atau blumbangan milik warga setempat pada Sabtu (21/3) siang.
Korban yang merupakan warga Dusun Talun, Desa Bringkang, Kecamatan Menganti tersebut, diduga terpeleset dan tenggelam saat bermain seorang diri tanpa pengawasan orang tua di area empang milik H. Hadi.
Kapolsek Kedamean, Iptu Ekwan Hudin, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadian bermula saat ayah korban, Heru Prasetiyo (57), mencari keberadaan sang anak setelah menemukan telepon genggam milik anaknya tergeletak di rumah seorang tetangga.
"Setelah menemukan ponsel milik anaknya, ayah korban segera mencari ke area belakang rumah. Nahas, ia mendapati buah hatinya sudah dalam kondisi mengapung di empang tersebut," ujar Iptu Ekwan Hudin saat dikonfirmasi, Minggu (22/3).
Melihat kondisi tersebut, ayah korban spontan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RS Gresik Sehati guna mendapatkan pertolongan medis darurat.
Baca Juga: Pawai Takbir di Dukun Gresik Sempat Memanas, Dua Kelompok Pemuda Saling Lempar Obor
Namun, takdir berkata lain. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 11.20 WIB, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau unsur penganiayaan pada tubuh balita tersebut. "Diduga kuat korban murni meninggal akibat tenggelam saat bermain," jelas Kapolsek.
Pihak Polsek Kedamean yang menerima laporan langsung menerjunkan personel untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mencatat keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Gresik. Meski demikian, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah.
Baca Juga: Mudik ke Gresik? Jangan Sampai Melewatkan 5 Kuliner Khas yang Menggugah Selera Ini!
"Keluarga korban menolak dilakukan visum maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan tidak menuntut pihak mana pun. Mereka menerima kejadian ini sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Esa," tambah Iptu Ekwan.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya para orang tua di Kabupaten Gresik, untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak.
Terlebih saat momen libur Lebaran seperti sekarang, di mana aktivitas warga meningkat dan kewaspadaan terhadap area berbahaya seperti kolam atau empang sering kali terabaikan. (yud/han)
Editor : Hany Akasah