RADAR GRESIK – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Gresik dalam durasi cukup lama kembali memicu banjir genangan di sejumlah titik di Kecamatan Driyorejo pada Selasa (17/3).
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, sistem drainase yang kurang memadai menjadi faktor utama air meluap hingga merendam jalan poros desa serta permukiman warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, menjelaskan bahwa laporan banjir mulai masuk sejak pukul 20.51 WIB.
Baca Juga: Pastikan Stok Lebaran Aman, Kapolres Gresik dan Diskoperindag Sidak Pasar Pantau Harga Sembako
Menurutnya, curah hujan yang ekstrem membuat saluran pembuangan tidak mampu menampung debit air, sehingga genangan tersebar di beberapa desa dengan ketinggian yang bervariasi.
Dampak banjir kali ini terpantau di beberapa lokasi strategis. Di Desa Randegan Sari, air merendam Jalan Poros Desa (JPD) dengan ketinggian 10 hingga 30 sentimeter.
Kondisi serupa terjadi di Desa Petiken dan ruas Jalan Mulung–Petiken di Desa Bambe, di mana ketinggian air mencapai 10 hingga 40 sentimeter, yang sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Sementara di kawasan Perumahan Citraland, genangan di jalan lingkungan dilaporkan mulai berangsur surut.
Dampak paling signifikan dilaporkan terjadi di Desa Sumput. Di wilayah ini, air tidak hanya merendam jalan poros desa setinggi 50 sentimeter, tetapi juga meluber ke jalan lingkungan Dusun Sumput dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter. Sebanyak 175 rumah warga di Desa Sumput dilaporkan terendam air antara 10 hingga 50 sentimeter.
"Meskipun genangan cukup luas, hingga saat ini BPBD memastikan tidak ada laporan mengenai kerusakan fasilitas umum akibat kejadian ini," ujar Driatmiko Herlambang pada Selasa malam.
BPBD Gresik terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) di tingkat desa serta pihak kecamatan guna memitigasi dampak lanjutan. Informasi mengenai titik-titik genangan juga dihimpun melalui laporan masyarakat di media sosial untuk mempercepat respons di lapangan.
“Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah genangan. Segera laporkan kepada petugas jika terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing agar dapat segera tertangani,” pungkas pria yang akrab disapa Miko tersebut. (jar/han)
Editor : Hany Akasah