RADAR GRESIK – Kondisi memprihatinkan menimpa fasilitas pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Ngargosari, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Salah satu ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan plafon, yang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan siswa serta guru saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
Kerusakan ini dipicu oleh rimbunnya pohon bambu di sekitar lokasi yang menjulang tinggi hingga menimpa konstruksi atap sekolah.
Ketua Komite MI Ma’arif Ngargosari, Ahmad Efendi, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak sebelum sumber masalah yakni pohon bambu tersebut dibersihkan.
Pihak sekolah kini tengah menunggu respons dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik.
“Penyebab utama kerusakan atap ini karena tertimpa bambu. Kami sudah berkirim surat resmi ke DLH Gresik agar bambu yang berada di atas atap ruang kelas bisa segera dipotong,” ujar Efendi, Minggu (11/1).
Ia menambahkan, pihak sekolah telah berkomitmen untuk melakukan perbaikan plafon secara mandiri. Namun, langkah tersebut baru bisa dilakukan jika area atap sudah bersih dari beban pohon bambu yang menempel.
Kondisi paling parah terjadi di ruang kelas 5. Operator Tata Usaha MI Ma’arif Ngargosari, Erma Astutik, memaparkan bahwa ruang kelas tersebut kini sudah tidak layak digunakan secara optimal. Selain atap yang berlubang, dinding ruangan juga mengalami kebocoran parah.
“Kalau hujan turun, air langsung masuk ke dalam sampai banjir. Yang paling kami takuti adalah rangka bagian atas yang sudah mulai rapuh dan berkarat. Kami sangat khawatir jika hujan deras disertai angin kembali terjadi saat anak-anak sedang belajar, bangunannya bisa ambruk,” ungkap Erma dengan nada cemas.
Mengingat keterbatasan dana mandiri sekolah, pihak pengelola berharap adanya uluran tangan dari instansi terkait. Perbaikan menyeluruh diperlukan agar standar keamanan gedung sekolah kembali terpenuhi.
“Kami sangat berharap ada perhatian lebih, baik dari pihak Yayasan, Kementerian Agama (Kemenag), maupun pemerintah daerah. Kondisi ini harus segera ditangani demi keamanan dan kenyamanan siswa dalam menuntut ilmu,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah