RADAR GRESIK – Suasana duka dan kecemasan menyelimuti Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. Seorang nelayan sekaligus penyedia jasa ojek perahu bernama Mat Rakim (58), dilaporkan hilang secara misterius di perairan Gresik saat sedang menjalankan aktivitasnya menjemput penumpang kapal, Senin (5/1).
Hingga Selasa (6/1) siang, keberadaan warga Jalan Sindujoyo 10D/24 tersebut masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.
Peristiwa memilukan ini terungkap berawal dari rekaman CCTV di area pelabuhan sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam rekaman tersebut, terlihat kejanggalan di mana perahu milik korban, KMN Doa Ibu, melaju kencang tanpa ada seorang pun di atasnya. Perahu tersebut terus melaju hingga akhirnya menabrak dermaga Jetty Petrokimia Gresik.
Kapolsek Gresik Kota, IPTU Kevin Ramadan, menjelaskan bahwa korban awalnya berangkat sekitar pukul 14.00 WIB untuk mengantarkan ABK menuju sebuah kapal.
"Dugaan sementara, korban terjatuh di area perairan Smelting, Kecamatan Manyar, saat perjalanan kembali setelah mengantar penumpang. Perahunya ditemukan melaju sendiri tanpa awak," ujar IPTU Kevin, Selasa (6/1).
Lurah Lumpur, Eka Prapangasta Widya Darma, membenarkan bahwa Mat Rakim adalah warganya. Ia menyatakan pihak keluarga dan warga saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan petugas untuk memperluas area pencarian.
"Benar, warga kami hilang saat diduga sedang mengantar ABK ke kapal. Sampai saat ini masih dilakukan pencarian," kata Eka.
Pencarian besar-besaran telah dimulai sejak laporan diterima. Pada Selasa pagi (6/1), tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, serta Polsek Gresik Kota telah menggelar apel gabungan sebelum melanjutkan penyisiran laut.
Di lokasi kejadian, petugas telah mengamankan sejumlah barang milik korban yang tertinggal di atas perahu sebagai barang bukti, di antaranya satu unit kapal KMN Doa Ibu, satu unit life jacket (jaket pelampung), satu unit ponsel milik korban, dan satu buah jaket.
"Hingga pukul 10.00 WIB tadi, korban masih belum ditemukan. Tim bersama nelayan setempat terus berupaya melakukan pencarian di sekitar perairan Gresik dan Manyar," pungkas IPTU Kevin. (yud/han)
Editor : Hany Akasah