RADAR GRESIK - Dalam rangka menindaklanjuti Hari Anak Nasional (HAN) 2024, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menggelar pelatihan pendidikan inklusi.
Pelatihan yang digelar di SMPN 1 Gresik ini diikuti musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Gresik.
Usai kegiatan ini diharapkan para kepala sekolah lebih paham terkait pendidikan inklusi.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SMP Syifaul Qulub mengatakan pada peringatan HAN 2024, Pemkab menekankan pentingnya inklusivitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).
Terutama untuk memenuhi hak dasar anak dalam bidang pendidikan.
“Hak anak-anak ABK ini harus dipenuhi secara seimbang sama dengan anak-anak lainnya. Termasuk dengan penyediaan pendidikan inklusif,” ujarnya.
Dikatakan, penyelenggaraan pendidikan inklusif pada tingkat SMP akan dilakukan secara bertahap.
"Pada tahap awal pihaknya akan menekankan pendidikan inklusi pada SMP negeri," tandasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Layanan Pendidikan ABK Renyta Yuniarti Ningtyas dalam kesempatan tersebut meminta kesiapan tenaga pendidik jadi langkah awal dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi.
Terutama kesiapan kepala sekolah sebagai tonggak utama dalam manajerial lembaga pendidikan.
“Kami bekali dulu kepala sekolahnya terkait dengan manajemen penyelenggaraan pendidikan inklusi. Baru nanti berjalan secara bertahap,” kata dia.
Pada pelatihan tersebut, pihaknya juga memperkenalkan sarana dan prasarana dalam pendidikan inklusif. Salah satu alat yang diperagakan kemarin adalah audiometer.
“Audiometer ini biasanya dipakai buat skrining pendengaran. Kalau misalnya baru bisa menangkap suara di atas 35 desibel berarti ada indikasi gangguan pada pendengarannya,” pungkasnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq