Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

SMP Negeri di Gresik Dapat Pembekalan Pendidikan Inklusi, Dispendik Minta Semua Sekolah Punya Guru Pendamping

Fahtia Ainur Rofiq • Jumat, 2 Agustus 2024 | 01:19 WIB
Dispendik Gresik saat memberikan pelatihan tentang sekolah inklusi kepada musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP Negeri.
Dispendik Gresik saat memberikan pelatihan tentang sekolah inklusi kepada musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP Negeri.

RADAR GRESIK - Dalam rangka menindaklanjuti Hari Anak Nasional (HAN) 2024, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menggelar pelatihan pendidikan inklusi. 

Pelatihan yang digelar di SMPN 1 Gresik ini diikuti musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Gresik. 

Usai kegiatan ini diharapkan para kepala sekolah lebih paham terkait pendidikan inklusi. 

Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SMP Syifaul Qulub mengatakan pada peringatan HAN 2024, Pemkab menekankan pentingnya inklusivitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). 

Terutama untuk memenuhi hak dasar anak dalam bidang pendidikan. 

“Hak anak-anak ABK ini harus dipenuhi secara seimbang sama dengan anak-anak lainnya. Termasuk dengan penyediaan pendidikan inklusif,” ujarnya.

Dikatakan, penyelenggaraan pendidikan inklusif pada tingkat SMP akan dilakukan secara bertahap. 

"Pada tahap awal pihaknya akan menekankan pendidikan inklusi pada SMP negeri," tandasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Layanan Pendidikan ABK Renyta Yuniarti Ningtyas dalam kesempatan tersebut meminta kesiapan tenaga pendidik jadi langkah awal dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi. 

Terutama kesiapan kepala sekolah sebagai tonggak utama dalam manajerial lembaga pendidikan. 

“Kami bekali dulu kepala sekolahnya terkait dengan manajemen penyelenggaraan pendidikan inklusi. Baru nanti berjalan secara bertahap,” kata dia.

Pada pelatihan tersebut, pihaknya juga memperkenalkan sarana dan prasarana dalam pendidikan inklusif. Salah satu alat yang diperagakan kemarin adalah audiometer. 

“Audiometer ini biasanya dipakai buat skrining pendengaran. Kalau misalnya baru bisa menangkap suara di atas 35 desibel berarti ada indikasi gangguan pada pendengarannya,” pungkasnya. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#SMP Negeri #HAN 2024 #Dispendik #UPT Resource Center #ABK #Anak Berkebutuhan Khusus #gresik #MKKS #pendidikan inklusi #kEPALA SEKOLAH