Ribuan Pagu SD Negeri di Gresik Masih Melompong, Dispendik Beberkan Evaluasi SPMB 2026/2027

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 10:49 WIB
DISPENDIK : Monitoring dan evaluasi Dispendik ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Gresik. (Foto : Dok/Radar Gresik)
DISPENDIK : Monitoring dan evaluasi Dispendik ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Gresik. (Foto : Dok/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Gresik tahun ajaran 2026/2027 menyoroti ketimpangan sebaran peserta didik yang cukup kontras.

Dari total 389 SD Negeri yang membuka pendaftaran, tercatat hanya 53 sekolah yang berhasil memenuhi target kuota pagu yang ditetapkan.

Berdasarkan data resmi Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, total pagu yang disediakan untuk jenjang SD Negeri secara keseluruhan mencapai 14.599 kursi.

Baca Juga: Gelar Touring Kemanusiaan ke Mojokerto, Rutan Kelas IIB Gresik Salurkan Baksos Sembako bagi Warga Pungging

Namun hingga batas akhir penutupan SPMB, jumlah siswa yang mendaftar dan resmi diterima baru menyentuh angka 10.051 anak. Kondisi ini menyisakan sebanyak 4.548 kursi kosong yang belum terisi.

Catatan evaluasi Dispendik menunjukkan kondisi yang kian memprihatinkan di level bawah. Sebanyak 80 SD Negeri dilaporkan hanya memperoleh kurang dari 10 siswa baru.

Bahkan, tak sedikit sekolah yang harus menelan pil pahit karena hanya mendapatkan pendaftar dalam hitungan jari, berkisar antara 2 hingga 5 siswa saja.

Baca Juga: Korsleting Listrik di Pabrik Menganti, Petugas Damkar Gresik Terpaksa Jinakkan Bara Api Pakai Botol

Rincian sekolah yang krisis pendaftar tersebut tersebar di berbagai wilayah daratan hingga kepulauan. Di kawasan daratan, SDN 79 Glanggang Duduksampeyan misalnya, hanya menerima 3 siswa baru.

Lalu SDN 210 Tanjung Kedamean menerima 4 siswa, SDN 250 Pegundan Bungah mendapat 5 siswa, SDN 265 Racikulon Sidayu memperoleh 5 siswa, SDN 298 Raya Ujungpangkah menggaet 4 siswa, SDN 308 Sidomulyo Ujungpangkah dapat 5 siswa, serta SDN 322 Camaruddin Panceng yang hanya memperoleh 2 siswa baru.

Minimnya pendaftar juga melanda wilayah Kepulauan Bawean. Di Kecamatan Sangkapura, SDN 324 Wotan hanya mendapat 3 siswa, SDN 325 Babakhilur 5 siswa, SDN 326 Balikterus 5 siswa, SDN 331 Poloasem 3 siswa, SDN 339 Muara 4 siswa, SDN 348 Pendidikan 3 siswa, dan SDN 355 Sungaitanjung 4 siswa.

Baca Juga: Korsleting Listrik di Pabrik Menganti, Petugas Damkar Gresik Terpaksa Jinakkan Bara Api Pakai Botol

Sementara di Kecamatan Tambak, SDN 372 Gunungtimur hanya menerima 2 siswa, SDN 375 Tanah Merah 4 siswa, serta SDN 387 Dedawang dan SDN 388 Batu Lintang masing-masing hanya menggaet 5 siswa baru.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dispendik Kabupaten Gresik, Sunikan, memaparkan bahwa fenomena minimnya siswa baru di sejumlah sekolah negeri dipicu oleh beragam variabel kompleks.

"Selain aspek geografis di wilayah tertentu, rata-rata disebabkan oleh tren melandainya jumlah lulusan TK yang memang sedikit di lingkungan sekitar sekolah tersebut,” papar Sunikan, Senin (20/7).

Baca Juga: Lewat Learning through Play, Mahasiswa KKN ITS Hidupkan Perpustakaan Inklusif di Palemwatu Menganti

Tak kalah krusial, Sunikan juga mengakui tingginya dinamika kompetisi dengan lembaga pendidikan swasta. Sebagian orang tua murid saat ini cenderung menjatuhkan pilihan ke sekolah swasta yang dinilai menawarkan variasi program unggulan serta fasilitas belajar yang adaptif.

"Sebagian masyarakat lebih memilih lembaga swasta karena dianggap memiliki karakteristik dan kualitas unggulan tertentu yang dicari orang tua," tuturnya.

Menanggapi realita ini, Sunikan menegaskan bahwa kondisi tersebut harus dijadikan momentum refleksi dan pecutan bagi seluruh kepala SD Negeri untuk terus membenahi mutu serta kualitas layanan pendidikan.

Baca Juga: Dedikasi Tanpa Batas, Bambang Harianto dan Istri Rawat ODGJ dan Warga Terlantar di Shelter Dinsos Gresik

Ia menekankan bahwa keunggulan sekolah tidak semata bertumpu pada fisik gedung, melainkan kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi guru, dan iklim belajar yang inklusif.

"Kepala sekolah adalah top leader yang wajib mengelola manajerial sekolah secara inovatif. Para guru juga harus tergerak meningkatkan kompetensinya secara berkesinambungan melalui bimtek yang didukung pendanaan BOS. Ekosistem ini yang akan mendongkrak mutu pembelajaran," tegasnya.

Pihak Dispendik Gresik memastikan bakal memacu pembenahan secara holistik berbasis instrumen pengukuran tepercaya, seperti rapor pendidikan, Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga survei lingkungan belajar.

Baca Juga: Isi Kekosongan Jabatan Sentral, Pemkab Gresik Rencanakan Mutasi Pejabat Pada Agustus Mendatang

"Hasil evaluasi berkala ini menjadi pijakan kami dalam merumuskan intervensi program pendampingan di tiap sekolah. Muaranya agar kualitas pembelajaran merata dan kepercayaan publik terhadap SD Negeri di Gresik kembali pulih," pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Dispendik SD gresik Evaluasi spmb