Lewat Learning through Play, Mahasiswa KKN ITS Hidupkan Perpustakaan Inklusif di Palemwatu Menganti

Riri Masfardian • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 07:15 WIB

 

Peduli : Melalui program KKN Tematik Literasi yang berlangsung sepanjang 1–31 Juli 2026, mahasiswa ITS menyulap perpustakaan menjadi ruang komunal yang inklusif. (Dok/Radar Gresik)
Peduli : Melalui program KKN Tematik Literasi yang berlangsung sepanjang 1–31 Juli 2026, mahasiswa ITS menyulap perpustakaan menjadi ruang komunal yang inklusif. (Dok/Radar Gresik)

 

RADAR GRESIK – Riuh tawa anak-anak menggema memecah keheningan sore di Perpustakaan Desa Palemwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Ruang yang sebelumnya identik dengan suasana sunyi itu kini menjelma menjadi ruang komunal yang hangat dan penuh aktivitas sejak kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Program pengabdian masyarakat yang berlangsung sepanjang 1 Juli hingga 31 Juli 2026 ini berjalan di bawah bimbingan tim dosen pendamping yang diketuai oleh Dr. Kartika Nuswantara, S.Pd., M.Pd, serta beranggotakan Liza Rusdiyana, S.T., M.T., Dr.rer.nat. Nasori, S.Si., M.Si., dan Alvida Mustika Rukmi, M.Si.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Kemanusiaan, Ipda Purnomo ‘Polisi Baik’ Apresiasi Gerak Cepat Shelter Dinsos Gresik Tangani ODGJ

Dalam pelaksanaannya di lapangan, tim KKN ITS ini dinakhodai oleh Firdaus Akmal Putra Perkasa sebagai ketua tim, bersama deretan anggota yang terdiri dari Asma Kamila Baihaqi, Nasywa Sekar Pambayun, Nabila Wulan Anandini, Natasyah Shabirah P.W, Dinda Ramadya Putri, Muhammad Rafi Mareino, Endah Sotyaningtyas Kusumastuti, Sarah Aulya Yasmine, Evan Danendra Pratama, dan Nafisah Nayla Illiyyina.

Melalui pendekatan learning through play atau belajar sambil bermain, para mahasiswa berupaya membangkitkan kembali semangat literasi di desa tersebut.

Menariknya, upaya ini tidak hanya menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, tetapi juga menempatkan nilai inklusivitas sebagai fokus utama dengan merangkul anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) agar memperoleh kesempatan setara dalam mengeja dunia tanpa batas.

Baca Juga: Soroti Rendahnya Serapan Anggaran DPUTR, Komisi III DPRD Gresik Agendakan Sidak Lapangan

Ketua tim KKN Tematik Literasi ITS, Firdaus Akmal Putra Perkasa, menjelaskan bahwa konsep inklusivitas sengaja diangkat untuk mendobrak batasan dan stigma sosial yang sering dialami anak-anak spesial di tingkat perdesaan.

"Di ruang baca ini, anak-anak berkebutuhan khusus diajak belajar dan bermain bersama tanpa adanya perbedaan maupun stigma. Kami merancang berbagai permainan edukatif khusus yang tidak hanya melatih kemampuan berpikir dan keterampilan motorik mereka, tetapi juga efektif membangun kedekatan emosional antaranak," terangnya, Sabtu (18/7).

Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Tematik Literasi ITS ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua. Fasilitas ini dinilai memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan diri.

Baca Juga: Lewat Program Elsinduk Gemes, Bank Sampah Gemes Terima Bantuan Mesin Komposter Listrik dari PLN UIT JBM

"Perasaannya tentu sangat senang, karena anak kami yang spesial itu sangat membutuhkan kegiatan inklusif seperti ini. Saya sebagai orang tua pasti mendukung penuh. Harapannya, kegiatan serupa bisa terus berlanjut agar anak-anak kami punya lebih banyak kesempatan bersosialisasi dan belajar," ujar salah seorang orang tua wali murid setempat.

Menyadari bahwa budaya literasi tidak dapat dibangun secara instan, salah satu anggota kelompok, Muhammad Rafi Mareino menambahkan bahwa tim KKN ITS memilih bergerak simultan dengan memperkuat ekosistem pendukung di lingkungan sekitar. 

"Kami aktif menyisir area posyandu untuk mengedukasi para ibu mengenai pentingnya mengenalkan literasi sejak usia dini melalui metode membacakan cerita secara interaktif. Selain itu, kolaborasi juga kami lakukan dengan sejumlah sekolah dasar (SD) di sekitar Desa Palemwatu untuk mengenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar bersama yang ramah anak," imbuhnya. 

Baca Juga: Sokong Ketahanan Pangan, Babinsa Wringinanom Gresik Turun ke Sawah Dampingi Petani Amankan Pengairan

Untuk menjaga konsistensi minat baca, mahasiswa menelurkan dua program rutin terukur, yaitu Math Day setiap hari Kamis dan English Day setiap hari Jumat.

Kedua agenda ini dikemas agar pembelajaran matematika dan bahasa Inggris terasa mudah lewat permainan interaktif, sehingga anak-anak dapat mengasah kemampuan berhitung dan berbahasa tanpa merasa terbebani layaknya di kelas formal.

Menjelang berakhirnya masa pengabdian pada akhir Juli nanti, mahasiswa KKN Tematik Literasi ITS telah menyiapkan cetak biru (blueprint) keberlanjutan program agar tidak mandek setelah mereka kembali ke kampus.

Bersama tokoh masyarakat dan kader pemuda Karang Taruna Desa Palemwatu, mereka menyusun proses alih pengelolaan perpustakaan inklusif secara mandiri. Sinergi ini menjadi garansi vital untuk memastikan perpustakaan desa tetap hidup sebagai episentrum literasi yang ramah bagi semua kalangan di masa depan. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
gresik KKN ITS Literasi Pelemwatu