Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinkes Gresik Ingatkan Calon Jemaah Haji dan Umrah Bangun Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
NARASUMBER : Kepala Dinkes Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, M.M., M.Kes., saat menjadi narasumber di talk show Pameran Gresik Umrah dan Haji Feat 2026. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
NARASUMBER : Kepala Dinkes Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, M.M., M.Kes., saat menjadi narasumber di talk show Pameran Gresik Umrah dan Haji Feat 2026. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Menunaikan ibadah haji dan umrah tidak hanya membutuhkan kesiapan mental dan spiritual, tetapi juga kondisi fisik yang prima. Kebugaran tubuh menjadi modal utama agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci secara maksimal.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, M.M., M.Kes., saat menjadi narasumber dalam sesi talk show Pameran Gresik Umrah dan Haji Fest 2026.

Ajang tersebut diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Gresik bekerja sama dengan Radar Gresik di Atrium Gressmall, Gresik.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Khusnah juga turut menyerahkan hadiah secara langsung kepada para pemenang Lomba Tahfidz Qur'an yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

"Pameran ini memberikan edukasi penting kepada masyarakat tentang bagaimana mempersiapkan keberangkatan secara matang, termasuk dari sisi kesehatan. Ibadah haji dan umrah ini mayoritas adalah ibadah fisik. Diharapkan jemaah yang berangkat dalam kondisi sehat, sehingga bisa melaksanakan ibadah secara maksimal dan pulang ke Tanah Air juga dalam kondisi sehat," ujar dr. Khusnah.

Advertisement

dr. Khusnah menjelaskan bahwa skrining kesehatan merupakan tahapan krusial untuk mendeteksi secara dini faktor risiko maupun penyakit yang dapat memengaruhi kemampuan fisik jemaah. Rangkaian pemeriksaan medis mencakup organ-organ vital, mulai dari fungsi jantung, ginjal, hati, hingga kondisi fisik secara menyeluruh.

Proses evaluasi medis calon jemaah kini semakin akurat berkat dukungan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) yang terintegrasi langsung dengan data pelayanan kesehatan nasional.

"Melalui Siskohatkes, riwayat medis jemaah dapat terpantau secara presisi. Misalnya, jika ada riwayat penyakit berat seperti kanker atau gagal ginjal yang pernah ditangani sebelumnya, data riwayat pengobatan tersebut dapat diketahui melalui sistem untuk menentukan status Istitha'ah kesehatan jemaah," paparnya.

Lebih lanjut, dr. Khusnah mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap usia muda sebagai jaminan bebas dari penyakit kronis. Saat ini, fenomena masalah kesehatan serius seperti gangguan fungsi ginjal juga berpotensi dialami kelompok usia muda.

Sesuai dengan regulasi Istitha'ah Kesehatan Haji, terdapat beberapa kriteria medis berat yang menyebabkan seseorang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan (unfit) untuk diberangkatkan. Di antaranya:

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Pameran Gresik Umrah dan Haji Fest 2026 Resmi Ditutup: Maghfiroh Tebar Promo Gratis Umrah

Pameran Gresik Umrah dan Haji Fest 2026 Resmi Ditutup: Maghfiroh Tebar Promo Gratis Umrah

RADAR GRESIK – Gelaran Pameran Gresik Umrah dan Haji Fest 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Atrium Gressmall Gresik resmi ditutup pada Minggu (13/9/2026) lalu.  Ajang tahunan ini sukses menjadi momentum strategi

Polres Gresik Gagalkan Pengiriman 10,8 Kg Ganja, Disembunyikan dalam Tangki Vespa

Polres Gresik Gagalkan Pengiriman 10,8 Kg Ganja, Disembunyikan dalam Tangki Vespa

RADAR GRESIK – Modus pengiriman narkotika dengan menyembunyikan barang terlarang di dalam tangki bahan bakar sepeda motor berhasil digagalkan jajaran Satresnarkoba Polres Gresik. Polisi mengamankan sekitar 10,858 kilogra

290 Guru PAUD dari 18 Kecamatan Gresik Ikuti Workshop Inovasi Pembelajaran dan Matematika Gembira

290 Guru PAUD dari 18 Kecamatan Gresik Ikuti Workshop Inovasi Pembelajaran dan Matematika Gembira

290 Guru PAUD dari 18 Kecamatan Gresik Ikuti Workshop Inovasi Pembelajaran dan Matematika Gembira,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer